Pengaruh Besar Marc Marquez di MotoGP Undang Kekaguman Ayah Jorge Lorenzo

Pengaruh Besar Marc Marquez di MotoGP Undang Kekaguman Ayah Jorge Lorenzo

Olahraga | okezone | Minggu, 4 Januari 2026 - 20:02
share

PENGARUH seorang Marc Marquez di MotoGP mengundang decak kagum. Hal itu terlihat jelas dalam musim 2025 di mana pria asal Spanyol tersebut jadi juara dunia.

Marquez baru saja memenangkan gelar MotoGP ketujuh pada 2025. Titel itu didapat setelah sukses memenangkan 11 balapan utama, dan 14 balapan sprint musim lalu.

Pencapaian ini menyamai legenda MotoGP Valentino Rossi dan sejengkal lagi sejajar dengan Giacomo Agostini (8 gelar MotoGP). The Baby Alien juga berhasil menepis keraguan semua orang soal tidak bisa bangkit usai cedera parah pada 2020.

1. Dongkrak MotoGP

Chicho Lorenzo mengakui, prestasi luar biasa Marquez mendongkrak popularitas ajang MotoGP. Tak hanya soal prestasi, ia menilai sifat sang pembalap yang supel di luar lintasan balap membuat para rival menghormatinya.

“Pentingnya Marc Marquez dalam olahraga ini saat ini tidak perlu diragukan lagi; semuanya berputar di sekelilingnya,” kata Lorenzo, dikutip dari Crash, Minggu (4/1/2026).

“Bahkan para rivalnya pun merasa nyaman karena Marc mulai menang lagi dengan begitu dominan berkat antisipasi yang telah dia ciptakan, bahkan di kalangan mereka yang tidak mengikuti olahraga ini,” imbuh ayah dari Jorge Lorenzo tersebut.

 

“Hal ini membuat MotoGP menjadi lebih penting secara global. Ajang ini telah menarik lebih banyak perhatian dan lebih banyak sponsor yang ingin bergabung,” sambung Lorenzo.

2. Tidak Ada yang Sejajar

Menurut Lorezo, tidak ada pembalap yang sejajar dengan Marquez saat ini. Ia melihat, pria asal Cervera tersebut mempunyai teknik membalap yang baik, serta mentalitas untuk selalu meraih kemenangan.

“Secara teknis, Marquez tidak dapat diklasifikasikan, karena dia tidak halus, repetitif, atau seperti robot seperti Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo, tetapi kreativitasnya tidak terbatas dan dia selalu berhasil mencetak waktu yang luar biasa,” ujar Lorenzo.

"Selain itu, dia suka bermain-main dengan batas kemampuan, dan itu adalah sesuatu yang dibenci oleh sebagian besar pembalap,” pungkasnya.

Topik Menarik