Gasperini Sentil Masalah Serius di Lini Depan AS Roma usai Kalah Tipis di Kandang Atalanta
BERGAMO, iNews.id – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menegaskan AS Roma tak kehilangan wibawa meski kalah 0-1 dari Atalanta pada lanjutan Liga Italia 2025-2026, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Namun dia mengakui kegagalan memaksimalkan peluang kembali menjadi masalah besar yang terus berulang dan sulit diabaikan.
Laga di Gewiss Stadium tersebut menjadi malam emosional bagi Gasperini. Dia kembali ke Bergamo untuk pertama kalinya sebagai lawan setelah sembilan tahun penuh prestasi bersama Atalanta, termasuk menjuarai Liga Europa dan lima kali membawa klub itu lolos ke Liga Champions.
Roma kebobolan lewat sundulan Giorgio Scalvini setelah Mile Svilar gagal mengantisipasi sepak pojok dan bertabrakan dengan Devyne Rensch. Atalanta sempat mencetak gol kedua melalui Gianluca Scamacca, tetapi dianulir karena offside dalam proses serangan.
Gasperini menilai Roma sebenarnya tampil kompetitif. “Saya belum melihat ulang golnya, jadi sulit menilai dari pinggir lapangan. Sangat disayangkan kami kebobolan dalam situasi itu setelah dua kali hampir unggul lebih dulu melawan Atalanta yang sangat kuat,” kata dia kepada Sky Sport Italia.
Meski kalah, Gasperini tetap melihat sisi positif dari performa timnya. “Saya senang dengan peluang yang kami ciptakan. Tidak mudah melawan Atalanta, tetapi kami tidak kalah secara permainan,” ujar dia.
Masalah Finishing Jadi Alarm Serius
Bursa transfer musim dingin yang sudah dibuka membuat isu penyerang kembali mencuat. Roma dikaitkan dengan Giacomo Raspadori dari Atletico Madrid dan Joshua Zirkzee milik Manchester United, seiring kebutuhan mendesak meningkatkan ketajaman lini depan.
Gasperini menilai laga seperti ini ditentukan detail kecil. “Kami menghadapi lawan yang kuat dan fisikal. Roma memainkan permainan kami sendiri dan secara keseluruhan menciptakan lebih banyak peluang. Sangat disayangkan kami tidak mencetak gol. Pertandingan seperti ini seimbang dan ditentukan insiden, yang kali ini tidak berpihak kepada kami,” tutur dia.
Roma memiliki peluang emas saat Ederson salah mengirim backpass, tetapi Paulo Dybala gagal memanfaatkannya. Gasperini menolak anggapan faktor usia menjadi penyebab.
“Itu tidak adil. Saya sudah melihat pemain 20 tahun melakukan kesalahan serupa. Yang jelas, momen seperti itu mengubah jalannya pertandingan dan harus dimaksimalkan,” kata dia.
Gasperini juga menegaskan posisi Roma tetap terhormat. “Atalanta dibangun selama bertahun-tahun, mereka solid dan bermain di Liga Champions. Kami masih di awal perjalanan. Roma tidak keluar dari laga ini dalam kondisi lebih lemah. Jangan lupa Atalanta finis ketiga musim lalu dan tetap tim yang sangat kuat. Fakta kami masih berada di atas mereka di klasemen saat ini patut dibanggakan,” ujar dia.
Kekalahan ini menjadi yang keenam bagi Roma dengan skor 0-1 musim ini. Catatan tersebut menegaskan satu pola jelas, setiap kali Roma gagal mencetak gol, mereka selalu kalah tanpa satu pun hasil imbang.
“Itu jelas bukan kebetulan jika terjadi sesering ini. Kami harus terus bekerja dan berkembang. Kami sering sangat dekat untuk menyamakan skor tapi gagal, sementara saat unggul lebih dulu kami cenderung menang. Setelah 18 pertandingan, ini sudah menjadi karakteristik yang harus diperbaiki,” ucap Gasperini.
Masalah Roma tak berhenti di situ. Gianluca Mancini dan Mario Hermoso menerima kartu kuning dan dipastikan absen pada laga tengah pekan melawan Lecce. Dengan Evan Ndicka dan Neil El Aynaoui masih membela negaranya di Piala Afrika, pilihan Gasperini semakin terbatas.










