Bintang-Bintang Bulu Tangkis Junior Beradu Aksi di Kudus, Rebut Hadiah Total Rp1,4 Miliar

Bintang-Bintang Bulu Tangkis Junior Beradu Aksi di Kudus, Rebut Hadiah Total Rp1,4 Miliar

Olahraga | sindonews | Senin, 15 September 2025 - 19:44
share

Kota Kudus, Jawa Tengah, kembali menjadi saksi bisu lahirnya talenta-talenta muda bulu tangkis dunia. Sebanyak 654 pebulu tangkis junior dari delapan negara, termasuk Indonesia, Polandia, Amerika Serikat, dan Malaysia, turun ke lapangan di ajang Superliga Junior 2025.

Turnamen yang berlangsung di GOR Djarum mulai 15-21 September 2025, menyajikan kompetisi beregu layaknya Piala Thomas dan Uber. Mereka tak hanya berjuang demi kehormatan tim, tetapi juga memperebutkan hadiah total senilai lebih dari Rp1,4 Miliar.

Berbeda dari turnamen lain, Superliga Junior mengadopsi sistem piala bergilir yang diberi nama para legenda bulu tangkis Indonesia. Untuk sektor U-13, para pemain akan memperebutkan Piala Tontowi Ahmad (putra) dan Liliyana Natsir (putri).

Baca Juga:Dukung Perjuangan Atlet Bulutangkis Indonesia di Turnamen Wondr Indonesia Masters 2025 di MNCTVSementara itu, untuk kategori U-15, Piala Sigit Budiarto (putra) dan Maria Kristin Yulianti (putri) menjadi target utama. Selanjutnya, Piala Hariyanto Arbi (putra) dan Yuni Kartika (putri) menanti para juara U-17.

Puncak persaingan ada di kategori U-19, di mana trofi Liem Swie King (putra) dan Susy Susanti (putri) siap dibawa pulang oleh sang juara. Pemindahan lokasi turnamen dari GOR Djarum Magelang ke GOR Djarum Jati, Kudus, bukan tanpa alasan. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa Kudus adalah kota kelahiran banyak legenda bulu tangkis Indonesia, seperti Liem Swie King, Eddy Hartono, dan Hariyanto Arbi. "Dengan digelar di Kudus, kami berharap para atlet muda memiliki semangat dan motivasi yang lebih tinggi untuk berjuang merebut podium tertinggi, seperti para pendahulu mereka," ujar Yoppy.

Baca Juga: Gregoria Mariska Dicoret dari China Masters dan Korea Open 2025, Ada Apa?

Yoppy berharap para atlet yang datang dari luar kota bisa menikmati kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Kudus. Sementara itu Direktur Superliga, Achmad Budiharto, kehadiran tim-tim dari negara baru seperti Filipina, Polandia, dan Amerika Serikat membuat persaingan tahun ini jauh lebih kompetitif.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri, sekaligus dorongan bagi klub-klub nasional untuk mempertahankan gelar juara. Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, mengaku timnya sudah mempersiapkan diri secara maksimal.

"Kami akan berjuang ekstra keras demi mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih dalam dua tahun terakhir," ungkap Fung.Atlet putri andalan PB Djarum, Jolin Angelia, yang tahun lalu meraih Piala U-17, kini siap menghadapi tantangan di sektor U-19. "Pastinya pertandingan akan seru dan tantangannya semakin berat, tapi saya bawa enjoy saja," kata Jolin.

Semangat yang sama juga ditunjukkan atlet U-19 asal Polandia, Mikolaj Morawski. Meski harus beradaptasi dengan cuaca, ia ingin menunjukkan bahwa pebulutangkis Eropa bisa menyaingi dominasi Asia.

"Turnamen ini menjadi salah satu persiapan saya menuju BWF World Junior Championships di India nanti," pungkas Morawski.

Topik Menarik