Bayaran Fantastis Dillian Whyte Meski Tumbang di Ronde Pertama Lawan Moses Itauma
Malam kelam menimpa Dillian Whyte saat kembali naik ring di Arab Saudi, Sabtu (16/8/2025). Petinju Inggris berusia 36 tahun itu dipaksa menyerah hanya dalam satu ronde oleh fenomena muda, Moses Itauma.
Whyte sempat mencoba menekan dengan jab-jab keras, namun Itauma yang baru berusia 20 tahun tampil jauh lebih tajam. Hanya dalam hitungan menit, sebuah pukulan telak mendarat di pelipis Whyte. Veteran kelas berat itu limbung, sempat tersungkur mencium kanvas, dan meski bangkit, kondisinya tak lagi stabil hingga wasit menghentikan laga.
Meski menelan kekalahan pahit, Whyte tetap pulang dengan bayaran besar. Menurut laporan SunSport, sang petinju dijamin mendapatkan USD 2,5 juta (£1,8 juta) atau sekitar Rp40 miliar sebagai uang pertarungan. Angka itu masih bisa bertambah menjadi USD 3,5 juta (£2,6 juta) atau sekitar Rp56 miliar bila ditambah pembagian dari hak siar Pay-Per-View (PPV).
Baca Juga: Cedera Tersembunyi Hancurkan Dillian Whyte saat Di-KO Moses Itauma?
Sementara itu, Itauma yang berhasil mencetak kemenangan KO sensasional hanya dalam ronde pertama memperoleh bayaran USD 1 juta (£753 ribu) dengan potensi tambahan USD 500 ribu (£376 ribu) dari PPV.Pelatih Whyte, Buddy McGirt, mengungkapkan anak didiknya sempat meminta maaf setelah kekalahan mengejutkan tersebut.
“Dia bilang maaf kepada saya, tapi saya tegaskan tak perlu. Ini tinju, hal seperti ini bisa terjadi. Whyte berani naik ring dan menghadapi Moses, lawan yang bahkan banyak petinju enggan hadapi,” ujar McGirt.
Kekalahan ini semakin menegaskan perbedaan generasi di kelas berat. Whyte yang sudah dua kali memegang sabuk interim IBF tampak kesulitan menghadapi kecepatan serta ketajaman Itauma. Sebaliknya, sang petinju muda kini digadang-gadang bakal segera mendapatkan kesempatan menghadapi Oleksandr Usyk, juara dunia kelas berat.
Meski pulang dengan jutaan dolar, kekalahan brutal di Riyadh membuat masa depan Whyte kembali dipertanyakan. Sementara itu, Itauma menegaskan statusnya sebagai bintang baru kelas berat, bahkan dianggap pewaris takhta tinju dunia berikutnya.










