Ganjar Disebut Cenderung Rendahkan Lawan Bicaranya, Sudarsono Saidi: Dangkal dan Menjebak Dirinya Sendiri
FAJAR.CO.ID , JAKARTA Pengamat Ilmu Politik Sudarsono Saidi, memberikan komentar menohok kepada bakal Capres PDIP Ganjar Pranowo yang melakukan blunder ketika menghadiri kuliah tamu di UI dan acara Najwa Shihab belum lama ini.
Bagaimana tidak, mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu dinilai cenderung merendahkan lawan bicaranya.
Tragis, ujar Sudarsono dalam cuitan Twitternya (24/9/2023).
Dikatakan Sudarsono, lelucon gas melon dan 10 besar lulusan terbaik hanya jadi MC merupakan blunder yang fatal bagi Ganjar.
Dianggap pemilihan lelucon Ganjar yang dangkal dan menjebak, ucapnya.
Jebakan yang dimaksud Sudarsono, Ganjar menjebak dirinya sendiri yang menunjukkan bukan merupakan orang yang memiliki kosakata mumpuni.
Menjebak dirinya sendiri yang menunjukkan bukan orang yang punya kosa kata mumpuni di kepalanya, imbuhnya.
Hal yang aneh menurut Sudarsono, apa yang dia lihat sebagai bagian dari kekurangan Ganjar itu merupakan simbol kecerdasan bagi pendukungnya.
Anehnya, kata pendukungnya sbg simbol kecerdasan, tandasnya.
Sebelumnya, nama Mantan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo terus menjadi sorotan. Apalagi namanya tengah digadang-gadang sebagai bakal Capres 2024.
Baru-baru ini, perkataan Ganjar Pranowo dianggap blunder dan banjir kritikan dari para warganet. Hal itu berawal saat Ganjar Pranowo hadir menjadi pembicara dalam kuliah kebangsaan yang digelar FISIP UI pada hari Senin, 18 September 2023.
Tak hanya saat di UI melainkan dalam acara Mata Najwa di UGM yang juga digelar baru-baru ini.
Dalam acara yang digelar di UI, Ganjar Pranowo dinilai tak punya empati saat bertanya soal siapa yang membeli gas melon kepada audiens yang hadir.
Ganjar meminta audiens mengangkat tangan jika membeli gas melon dalam satu minggu terakhir.
Teman-teman yang hadir disini yang dalam satu minggu ini membeli gas melon, angkat tangan. Gausah malu. Oh ada, ada, tunjuk Ganjar Pranowo ke bagian audiens.
Membeli gas melon ya, mbak? Ada? Tersedia? Gampang? Anda orang miskin? Alhamdulillah hanya satu yang angkat tangan disini, sambungnya.
Kemudian, pada kesempatan di UGM yang dipandu oleh Najwa Shihab, Ganjar juga dianggap blunder.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut dinilai merendahkan profesi MC saat membicarakan lulusan terbaik.
Na, sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong? Masa jadi MC?, kata bacapres yang diusung oleh PDIP tersebut.
Menanggapi pernyataan Ganjar, Najwa Shihab mengatakan dirinya bukan MC melainkan seorang jurnalis.
Siapa MC, saya jurnalis bukan MC, balasnya.
Bukan yah, jurnalis lah kalau gitu, timpal Ganjar kembali.
Dan jurnalis profesi yang membanggakan loh mas, skak Najwa Shihab.
(Muhsin/fajar)










