Skandal Ciuman Bibir di Piala Dunia Wanita, Luis Rubiales Mundur sebagai Presiden FA Spanyol, Sebut Putri-putrinya Menderita

Skandal Ciuman Bibir di Piala Dunia Wanita, Luis Rubiales Mundur sebagai Presiden FA Spanyol, Sebut Putri-putrinya Menderita

Olahraga | BuddyKu | Senin, 11 September 2023 - 09:05
share

FAJAR.CO.ID, MADRIDSkandal ciuman bibir dengan pemain timnas wanita Jenni Hermoso berakhir dengan pengunduran diri Luis Rubiales sebagai presiden federasi sepak bola Spanyol.

Rubiales mencium bibir sang pemain saat penyerahan trofi setelah kemenangan Spanyol atas Inggris di final Piala Dunia bulan lalu. Belakangan, Jenni Hermoso mengatakan ciuman itu bukan atas dasar suka sama suka.

FIFA menskors Rubiales sambil menunggu penyelidikan atas perilakunya, dan Jenni Hermoso mengajukan pengaduan ke kantor kejaksaan nasional awal pekan ini.

Dalam sebuah pernyataan di akun X-nya yang belum terverifikasi pada Minggu malam, Rubiales mengatakan dia telah memberi tahu Pedro Rocha, yang menjabat sebagai presiden RFEF saat dia diskors, bahwa dia mengundurkan diri, dan hal yang sama juga berlaku untuk posisinya sebagai wakil presiden UEFA. .

Setelah skorsing cepat yang dilakukan oleh FIFA, ditambah sisa proses hukum yang dibuka terhadap saya, jelas bahwa saya tidak akan dapat kembali ke posisi saya, katanya dikutip dari Live Score.

Pria berusia 46 tahun itu menjelaskan, bersikeras untuk menunggu dan bertahan tidak akan memberikan kontribusi positif, baik bagi federasi maupun sepak bola Spanyol.

Saya percaya pada kebenaran dan saya akan melakukan segala daya saya untuk menang. Putri-putri saya, keluarga saya, dan orang-orang yang mencintai saya telah menderita akibat penganiayaan yang berlebihan, serta banyak kebohongan, ujarnya.

Rubiales juga mentweet bahwa ia akan membela diri. Saya akan membela kehormatan saya. Saya akan membela ketidakbersalahan saya. Saya memiliki keyakinan di masa depan. Saya percaya pada kebenaran. Terima kasih untuk semuanya, tandasnya.

Bersamaan dengan kemunculan postingan media sosialnya, klip Rubiales yang sedang diwawancarai oleh Piers Morgan juga dirilis di mana dia menyinggung keputusannya.

Tentang pengunduran diri saya ya, saya akan melakukannya. Tentu saja saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan saya. Ayah saya, putri-putri saya, saya berbicara dengan merekadan beberapa teman yang sangat dekat dengan saya, dan mereka berkata kepada saya Luis, sekarang kamu harus fokus pada martabatmu dan melanjutkan hidupmu, karena jika tidak, mungkin kamu akan pergi untuk merusak orang yang Anda cintai, dan olahraga yang Anda sukai. Dalam situasi ini sekarang, (itulah) hal yang harus saya lakukan, ujarnya.

Rubiales dikecam karena perilakunya di final Piala Dunia di Sydney pada 20 Agustus. Selain mencium Hermoso, ia juga menyentuh selangkangannya dalam perayaan sambil berdiri di samping Ratu Spanyol Letizia dan Putri Infanta Sofia yang berusia 16 tahun di kotak VIP.

Setelah meminta maaf atas tindakannya dalam pernyataan video yang dikeluarkan keesokan harinya, Rubiales kemudian pada tanggal 25 Agustus menggambarkan ciuman itu sebagai spontan, saling menguntungkan, euforia dan suka sama suka.

Ia juga berulang kali menegaskan dia tidak akan mengundurkan diri saat berbicara di depan perwakilan federasi regional Spanyol., klub, pemain, pelatih dan wasit di Madrid.

Delapan puluh satu pemain, termasuk setiap anggota skuat pemenang Piala Dunia, kemudian mengindikasikan ketidaktersediaan mereka untuk tim nasional sementara Rubiales tetap menjabat.

Pada tanggal 26 Agustus ia dilarang oleh FIFA dari semua kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola untuk periode awal 90 hari, dan staf pelatih tim wanita Spanyol, dengan pengecualian manajer Jorge Vilda, mengundurkan diri secara massal.

Pada hari Selasa, Vilda kekhawatiran atas metode kepelatihan dan rezimnya dilaporkan menjadi faktor kunci dalam 15 pemain Spanyol yang menolak bermain untuk tim nasional tahun lalu dipecat dan RFEF meminta maaf atas kerusakan besar yang disebabkan oleh tindak Rubiales.

Jenni Hermoso secara resmi mengajukan pengaduan tentang Rubiales ke kantor kejaksaan nasional Spanyol pada hari yang sama.

Pada hari Jumat, pengaduan pelecehan seksual dan tuduhan pemaksaan kemudian diajukan oleh kantor ke pengadilan tinggi. (amr)

Topik Menarik