Loading...
Loading…
Mobile Premier League Dapat Suntikan Rp1,34 Triliun dari Anak Usaha Telkom

Mobile Premier League Dapat Suntikan Rp1,34 Triliun dari Anak Usaha Telkom

Olahraga | skor.id | Selasa, 29 September 2020 - 05:30
Platform EsportsMobile Premier League (MPL) menerimatambahan investasi senilai 90 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,34 triliun.

Suntikkan investasi ini datang daripendanaan Seri C yang dipimpin MDI Ventures (perusahaan modal ventura anak usaha Telkom Indonesia), SIG, dan investor awal RTP Global bersama Pegasus Tech Ventures.

Investor lama Sequoia India, Go-Ventures, dan Base Partners, masih berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

Dengan tambahan investasi ini, total pendanaan MPL yang telah diterima 130,5 juta dolar AS (setara Rp1,94 triliun) setelah sebelumnya dapat 40,5 juta dolar AS (Rp603,4 miliar).

Sai Srinivas, Co-Founder and CEO Mobile Premier League, berkata investasi ini akan dipakai untukmenghibur dan menghubungkan pengguna dengan skala lebih besar, baik di India, Indonesia dan sekitarnya.

"Kesempatan dan kemampuan menghadirkan teknologi berkualitas, semangat kompetitif, dan akses yang mudah demi kebahagian pengguna, membuat kami bersemangat dalam berkarya," ujarnya dalam rilis yang diterima Skor.id.

"Adanya keterlibatan yang besar dalam meningkatkan industri game online serta terdapatnya suntikan modal baru menjadi bukti potensi MPL yang dapat memimpin dan mengubah sektor ini," Sai Srinivas menambahkan.

MPL pun telah melakukan diskusi secara intensif dengan para investor untuk meningkatkan modal sejak awal Januari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

Sejak Maret hingga sekarang,MPL telah berkembang lebih dari 4x lipat dan kini telah menjadi platform game terbesar di Asia, dan secara resmi mendukung acara World Cricket Championship.

MPL yang telahmencatat lebih dari 2 miliar transaksi tunai di aplikasi juga akan memanfaatkan investasi tambahan ini untukmempercepat dan meningkatkan posisi dominan MPL di pasar game.

Pendanaan juga akan dipakai untukmemperluas penawaran produk, pengembangan tim dan produk dengan fokus pada fungsi sosial seperti streaming langsung dan fitur konten audio dan video.

Dengan ini pula, MPL bermaksud melakukan kapitalisasi game online yang berkembang pesat dan menjadi platform game, eSports, dan konten terbesar di dunia.

Sejak didirikan di India, September 2018, MPL telah menambahkan lebih dari 70 variasi game pada platform mereka dan bekerja sama dengan lebih dari 28 developer dan studio game.

Dan, selama empat bulan terakhir, jumlah game yang dimainkan pada kategori judul terpopuler MPL meningkat lebih dari 700%.

Dengan sekitar 300 juta gamer, India berada di antara lima pasar game teratas secara global. Pengguna game online juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Adapun diIndonesia, MPL hadir sejak April 2019 dan sudah dimainkan lebih dari 5 juta orang dengan 26 game.MPL di Indonesia fokus pada kolaborasi dengan developer game lokal.

Tujuannya, menyediakan platform bagi developer game lokal untuk menampilkan gamemerekakembangkan, serta menciptakan peluang bagi developer lokal untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

Winston Adi, Head of Investments MDI Ventures, menyebut data menunjukkan bahwa game digital atau esport adalah dunia yang menawarkan masa depan cerah termasuk untuk Indonesia.

"Game jadi salah satu industri hiburan yang berkembang pesat dan terbesar di dunia. Kami percaya, mobile gaming telah berkontribusi pada pertumbuhan besar industri ini terutama di Asia," ujar Winston Adi.

"Kami sangat antusias karena bisa memberi dukungan berkelanjutan terhadap para mitra karena mereka turut memperkuat posisi MPL, baik di pasar domestik India maupun pasar domestik kami, Indonesia."

Ikuti juga Instagram , Facebook , YouTube , dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Esport Lainnya:

Tuturu Resmi Hengkang dari Tim Mobile Legends RRQ Hoshi

Klasemen MPL Indonesia Season 6 Usai Pekan Ketujuh, Momen Kebangkitan ONIC dan RRQ

Original Source

Topik Menarik