Bela Lee Chong Wei, Legenda Bulu Tangkis Malaysia Sindir Balik Taufik Hidayat
KUALA LUMPUR - Legenda bulu tangkis Malaysia, James Selvaraj, akhirnya ikut mengomentari terkait sindiran Taufik Hidayat kepada Lee Chong Wei perkara penghargaan pemain tunggal putra Hall of Fame yang diberikan oleh BWF.
Seperti diketahui, dua pemain legenda tunggal putra, Lin Dan dan Lee Chong Wei masuk ke dalam daftar peraih penghargaan tersebut pada akhir Mei lalu. Sementara Legenda tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat tidak masuk dalam penghargaan tersebut.
Sontak, Taufik langsung geram dengan apa yang diberikan oleh BWF tersebut. Taufik meninal penghargaan tersebut tidak pantas bagi Lee Chong Wei. Taufik menilai legenda bulu tangkis Malaysia tersebut belum pantas menerima penghargaan itu.
Terlebihm Lee tidak pernah menjuarai turnamen mayor seperti Olimpade dan Kejuaraan Dunia untuk negaranya. Ini yang seharusnya menjadi pertimbangan BWF untuk bisa memberikan penghargaan tersebut kepada atlet bulu tangkis.
"Pernah juara apa? SEA Games? Asian Games? Juara Dunia? Olimpiade? Jadi buat negara apa?" kata Taufik.
Namun jika bicara konsistensi, Lee memang sangat baik terlihat sebagai pemain nomor satu dunia. Dia bahkan memegang rekor terpanjang sebagai pemain nomor satu, Lee Chong Wei, yang menjadi raja bulu tangkis selama 348 pekan.
"Taufik tidak perlu merasa tidak puas dengan Chong Wei karena pemilihan itu bukan permintaan darinya tapi dipilih oleh Badminton World Federation (BWF)," ujar Selvaraj dikutip dari Harian Metro.
"Kalau Taufik tidak puas, dia perlu memberitahu Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) agar bisa menanyakannya sendiri ke BWF."
"Tentu saja BWF memiliki kriteria tertentu untuk memilih dua pemain tersebut dan dia seharusnya tidak mempertanyakan pemilihan tersebut dan marah kepada Chong Wei," tambahnya..
Selvaraj sendiri memang tak memungkiri kehebatan Taufik Hidayat pada masa jayanya. Taufik telah berhasil mempersembahkan medali emas bergengsi pada Olimpiade 2006 dan dua kali juara Asian Games pada tahun 2002 dan 2006.
"Tidak bisa dipungkiri, Taufik juga pernah menjadi juara bulu tangkis di masa jayanya, tentu berhak untuk dipilih namun keputusan tetap diambil oleh BWF," ujarnya.









