Thomas Djamaluddin Disebut Tidak Bisa Bedakan Ancaman dan Kritik, Gus Noval: Bagaimana Orang yang Tidak Menggunakan Otaknya Jadi Peneliti?

Thomas Djamaluddin Disebut Tidak Bisa Bedakan Ancaman dan Kritik, Gus Noval: Bagaimana Orang yang Tidak Menggunakan Otaknya Jadi Peneliti?

Olahraga | BuddyKu | Kamis, 4 Mei 2023 - 15:22
share

FAJAR.CO.ID, JAKARTA Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Habib Noval Assegaf alias Gus Noval, mendadak mengomentari pernyataan Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin terkait kasus yang menjerat peneliti BRIN AP Hasanuddin.

Thomas Djamaluddin, memertanyakan upaya hukum yang terus dilakukan Muhammadiyah menyoal kritik soal wujudul hilal (WH). Dia meminta, ihwal memersoalkan kritik yang ada, Muhammadiyah sebaiknya kembali memertimbangkan kejadian-kejadian sebelumnya.

Menanggapi itu, Gus Noval menyebut Thomas tidak dapat membedakan antara kritikan dan ancaman.

Otak jika sudah terbalik tidak bisa membedakan antara ancaman dan kritikan. Bagaimana orang yang tidak dapat menggunakan otaknya menjadi peneliti?, ujar Gus Noval dalam keterangannya (4/5/2023).

Sebelumnya, nama peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), AP Hasanuddin, terus menjadi pembicaraan publik.

Hal tersebut tak lain ditengarai komentarnya yang mengancam untuk membunuh semua warga Muhammadiyah akibat berbeda penetapan Idul Fitri dengan pemerintah.

Komentar di media sosial Facebook tersebut membuat yang bersangkutan harus berurusan dengan hukum. Selain itu, AP Hasanuddin juga harus menjalani sidang etik di BRIN yang rencananya dilaksanakan pada Rabu (26/4/2023).

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya mengadukan peneliti BRIN Andi Pangerang (AP) Hasanuddin ke Polda Jatim.

Pelaporan tersebut terkait komentar AP Hasanuddin di media sosial Facebook yang mengancam membunuh semua warga Muhammadiyah karena berbeda penetapan Lebaran Idul Fitri.

Warga Muhammadiyah yang melakukan pengaduan pun membawa sejumlah barang bukti berupa hasil tangkap layar berisikan komentar AP Hasanuddin.

Kami membawa beberapa layar tangkap screenshot. Itu yang pertama adalah dari akun Facebook, kedua dari postingan yang kemudian itu membuat semua orang merasa terancam, terkhusus keluarga Muhammadiyah, kata Ketua Majelis Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kota Surabaya Sugianto di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (26/4/2023).

(Muhsin/fajar)

Topik Menarik