Thomas Doll Sebut Para Pelatih di Liga 1 Terlalu Lemah Lembut ke Pemain
JAKARTA - Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll sedikit banyak memahami penyebab kurangnya kualitas kompetisi sepak bola di Indonesia. Menurutnya, banyak pelatih yang terlalu lembut kepada para pemain ketika membuat kesalahan.
Seperti diketahui, sudah genap semusim Thomas Doll menangani skuad Macan Kemayoran-julukan Persija. Eks pelatih Borussia Dortmund itu pun berhasil membawa Persija finis sebagai runner-up Liga 1 2022-2023.
Thomas Doll pun sudah sedikit banyak memahami kekurangan kompetisi di Indonesia. Hal pertama yang dia paling soroti adalah terkait intensitas permainan.
Saat awal melatih Persija, Thomas Doll menilai tempo permainan tim di Indonesia sangat lambat. Hal itu membuat pertandingan menjadi tidak menghibur, terlebih banyak laga dimainkan tanpa penonton pasca Tragedi Kanjuruhan.
"Senang melihat juga pertandingan sepak bola yang sangat bagus, saya terkejut, banyak laga sepak bola, meskipun tidak begitu bagus, ritme pelan, ketika Anda bermain tanpa pendukung, tentu saja di setiap negara sepak bola terlihat berbeda," kata Thomas Doll dikutip 433 Football Podcast, Rabu (19/4/2023).
Selain itu, Thomas Doll menilai para pelatih di Liga 1 terlalu lemah lembut kepada pemainnya. Eks pemain Lazio itu menilai jarang pelatih lokal memarahi anak asuhnya ketika membuat kesalahan.
"Kami membutuhkan pelatih yang mendorong mereka ketika mereka masih muda, untuk membawa mereka ke jalan terbaik. Bahwa mereka juga mempersiapkan diri untuk membuat suatu hari langkah yang tepat," lanjut Thomas Doll.
"Ini adalah momen ketika semua orang (Indonesia) ramah di lapangan, seseorang kehilangan bola, oh tidak ada yang mengatakan sesuatu, ini berbeda di Eropa, mereka (orang Indonesia) sangat lemah lembut," tambahnya.
Thomas Doll juga menjelaskan terkait karakteristik dirinya yang cenderung galak ketika membesut penggawa Macan Kemayoran. Menurutnya, ia tidak pernah mengkritik dari sisi personal, melainkan kualitas pemain itu sendiri yang membuat dirinya tampak kehabisan kesabaran.
"Saya tidak pernah mengkritik orang itu dari sisi personal. Saya mengkritik sebagai pemain sepak bola, karena dia tidak melakukan dengan baik, passingnya tidak bagus, tapi tidak apa-apa, jadi mereka harus mempelajari ini, mereka harus mengubah ini, mereka harus siap untuk ini," ujar pelatih asal Jerman tersebut.
Namun Thomas Doll tetap mengakui bahwa Liga 1 bukan kompetisi yang mudah ditaklukkan. Pelatih asal Jerman itu tetap memandang banyak pemain di Indonesia yang memiliki kecepatan.
"Tetapi saya melihat permainan yang bagus dan pemain sepak bola yang bagus, tidak mudah ketika Anda datang dari Eropa, Anda tidak benar-benar cocok, Anda mungkin berpikir \'sepak bola di sini mudah\', tidak seperti ini karena ada banyak pemain cepat juga di liga ini," Thomas Doll menjelaskan.
"Di beberapa pertandingan Saya sangat terkejut dengan kualitasnya, jadi ada 270 atau 280 juta orang di Indonesia, dan pemain di sini benar-benar bermain di level tinggi," pungkasnya.









