Loading...
Loading…
Messi Bertahan di Barcelona Karena Terpaksa, yang Benar?

Messi Bertahan di Barcelona Karena Terpaksa, yang Benar?

Olahraga | wartaekonomi | Sabtu, 05 September 2020 - 13:41

Pesepakbola Lionel Messi resmi mengumumkan keputusan bertahan di Barcelona. Itu terungkap saat ia buka suara soal kepindahannya kepada media Goal .

Messi sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk pergi dari Camp Nou melalui faks yang dia kirimkan kepada manajemen BlaugranajulukanBarcelona. Dalam pesannya tersebut dia menyampaikan keinginannya untuk mengaktifkan klausul pelepasan setiap akhir musim.

Messi memang istimewa. Setiap akhir musim, dia berhak berganti seragam dengan status bebas transfer. Hal ini juga tertuang dalam salah satu klausul kontraknya. Namun, akibat pandemi semuanya buyar.

Musim sepakbola 2019-2020 yang seharusnya berakhir pada Juni silam menjadi mundur. Messi dan pengacaranya menilai sepakbola musim lalu berakhir usai Liga Champions, yakni 23 Agustus 2020.

Namun, Barcelona bersikeras. Mereka menyatakan bahwa musim sepakbola tetap berakhir pada Juni lalu. La Liga pun ikut mengiternvensi. Operator Liga Spanyol menguatkan pernyataan manajemen Barcelona.

Dengan keputusan seperti itu, Messi atau klub yang menginginkan jasanya harus membayar pelepasan klausulnya sebesar 700 juta euro (sekira Rp12 triliun). Jumlah itu sangat besar, juga untuk Messi sekalipun.

Meski dia belabel super megabintang, Messi merasa jumlah itu tidak mungkin untuk dibayarkan. Bahkan selama dia bermain untuk Barcelona sejak 2005, total pendapatan dia tidak pernah mencapai nilai pelepasan klausul yang diminta Barca.

Dalam laporan Forbes, selama berkarier di Barcelona, Messi berhasil mengumpulkan pendatapan sebesar 511 juta euro (sekira Rp8,93 triliun). Angka itu masih jauh dari harga pelepasan klausulnya di Barcelona.

Original Source

Topik Menarik