NOC Indonesia Berharap Mundurnya PM Jepang Tak Ganggu Persiapan Olimpiade Tokyo

Olahraga | skor.id | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 11:05
NOC Indonesia Berharap Mundurnya PM Jepang Tak Ganggu Persiapan Olimpiade Tokyo
Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, turut angkat bicara soal mundurnya Shinzo Abe.

Ia berharap keputusan Shinzo Abe melepas jabatan sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang tak menganggu persiapan Olimpiade XXXII Tokyo, Jepang, tahun depan. 

Shinzo Abe secara resmi mengundurkan diri dengan alasan kesehatan dan perlu menjalani perawatan secara intensif.

Pria 65 tahun tersebut dikabarkan mengalami kolitis ulseratif atau peradangan usus besar kronis yang dideritanya sejak remaja.

Pengumuman ini disampaikan Shinzo Abe dalam konferensi pers di Tokyo pada Jumat (28/8/2020) lalu.

Menanggapi hal ini, Raja Sapta Oktohari mengatakan mundurnya Shinzo Abe cukup mengejutkan.

Namun, ia sudah berkomunikasi dengan pihak di Kedutaan Jepang terkait nasib penyelenggaraan Olimpiade Tokyo.

“Kami prihatin dan juga jadi pembelajaran bahwa dia (Shinzo Abe) tahu tidak bisa meneruskan tanggung jawabnya," kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari. 

"Kita harus bisa ambil hikmah atau pembelajaran dari ini. Nah selain itu ketika saya tanya tentang persiapan Olimpiade semua masih on track."

"Semangat Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade masih seperti yang kemarin karena bagaimana pun Jepang pasti berjuang semaksimal mungkin untuk menyukseskan Olimpiade ini karena mereka sudah menunggu terlalu lama,” Okto menuturkan. 

Dalam kesempatan ini, Okto menyampaikan NOC Indonesia tetap berkomitmen mendukung Jepang untuk menyukseskan pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

NOC Indonesia bahkan bakal berkirim surat kepada Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo (TOGOC) untuk mengetahui kelanjutan persiapan Olimpiade Tokyo.

“Kami berharap mundurnya PM Shinzo Abe tidak mengganggu persiapan Olimpiade. Kami juga akan kirim surat untuk menanyakan apa yang bisa kami bantu kepada Jepang selepas mundurnya PM Abe ini,” ujar Okto.

Pada sisi lain, Okto memastikan bahwa Indonesia tetap menunjukkan gestur positif untuk meraih cita-cita menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Terlebih, Komite Olimpiade Internasional (IOC) masih mengirimkan ungkapan positif terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang empat tahunan tersebut.

“IOC memberikan gestur tidak mau melepaskan Indonesia. Saya punya komunikasi khusus di Swiss untuk merepresentasikan kepentingan kita kalo tidak ada Covid-19 kami sudah bolak-balik Swiss ini," katanya.

"Tapi untungnya kami punya representatif konsultan yang ada di sana. Mereka masih sangat tertarik jika Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032."

Terkait Jepang, NOC Indonesia berencana datang langsung ke Negeri Sakura sambil menunggu perubahan jadwal kedatangan pada September mendatang.

“Kami ke Jepang untuk melihat persiapan mereka sekaligus membahas terkait Olimpiade 2032."

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Olimpiade Lainnya:

Api Abadi Olimpiade Tokyo Akan Dipamerkan ke Publik Mulai 1 September 2020

KONI Pusat Segera Bentuk Satgas Pelatnas Olimpiade

 

Artikel Asli