Loading...
Loading…
Wawancara Nicolas Anelka: Bersama Zidane, Real Madrid Mampu Depak Manchester City

Wawancara Nicolas Anelka: Bersama Zidane, Real Madrid Mampu Depak Manchester City

Olahraga | skor.id | Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:45
Nicolas Anelka pernah membela Real Madrid dan Manchester City dalam kariernya sebagai pesepak bola.

Kebetulan, dua tim ini bakal melakoni partai hidup mati di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Jumat (7/8/2020).

Real Madrid bertandang ke Etihad Stadium, markas Machester City, dengan target membalikkan defisit1-2 menyusul kekalahan di Santiago Bernabeu demi bisa melenggang ke perempat final kompetisi antarklub paling elite di Eropa.

Menurut mantan penyerang Prancis, Anelka, Real Madrid memiliki kans lebih besar untuk mengelimasi pasukan Pep Guardiola.

Sosok Zinedine Zidane di kursi pelatih menjadi kunci bagi kesuksesan tim ibu kota Spanyol tersebut.

Dalam wawancara dengan Marca , Nicolas Anelka membahas soal peluang Real Madrid, kenangan di Santiago Bernabeu dan rencana masa depannya. Berikut petikan wawancaranya.

Apa kenangan Real Madrid yang masih tersimpan di memori Anda?

Sangat indah, juga tentang Lorenzo Sanz dan saya sangat sedih atas kepergiannya [meninggal pada Maret karena positif Covid-19]. Saya mengirim pesan kepada putranya dan Michel Salgado.

Itu perekrutan dengan banyak tekanan, sangat rumit, negara baru, bahasa baru. Itu musim yang sangat sulit tapi saya memiliki kenangan indah.

Karena pada akhirnya saya memenangi Liga Champions, saya mencetak gol di leg pertama dan leg kedua [semi-final] melawan Bayern Munchen, dan saya mampu menunjukkan bakat saya dengan menjadi penentu. Tapi saya ingin melakukan lebih baik di Madrid.

Apakah Raul Gonzalez dan Fernando Hierro tidak membantu Anda? Atau karena minimnya pengalaman yang memaksa Anda hengkang dari Madrid?

Mungkin keduanya. Saya kurang pengalaman, tapi ruang ganti juga sulit. Raul berteman dengan Fernando Morientes, dan Morientes teman Hierro dan Rauldengan ManoloSanchis, dan dengan segala persaingan yang ada.

Tapi itu normal dan meski mereka rekan Anda, mereka tidak akan memberikan tempat. Itu normal. Sudah menjadi kewajiban saya memperjuangkannya.

Apakah ada penyesalan?

Saya bangga pernah memakai jersi Real Madrid, bagi saya ini klub terbaik di dunia. Adalah mimpi bagi siapa pun bermain untuk klub ini dan saya melakukannya.

Seperti yang Anda katakan, saya sangat muda, tak punya pengalaman, saya youngster pertama yang direkrut untuk transfer besar seperti itu. Tapi begitulah kejadiannya dan ini bagian dari hidup saya.

Mungkin kalau Zinedine Zidane yang melatih akan berbeda...

Saya pikir akan berbeda, ia akan lebih memahami saya (tertawa). Tidak, kenyataannya Vicente Del Bosque adalah pelatih hebat, ia sangat baik dengan saya. Adalah kewajiban saya beradaptasi dan saat itusaya tidak tahu bagaimana melakukannya.

Apakah Zidane membuat Anda terkejut?

Pertamanya mungkin iya, tapi sekarang tidak lagi. Ia selalu menang, ini terlihat normal.

Pertama Anelka, sekarang Karim Benzema, apakah Anda pikir Kylian Mbappe akan menjadi pemain Real Madrid berikutnya?

Saya yakin dengan bakatnya, ia memiliki segalanya, tapi Madrid harus mengubah cara bermain untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Terutama jika mereka ingin dia menjadi nomor 9, mereka harus mengubah permainan untuknya.

Jika ia bermain seperti Cristiano Ronaldo, itu akan memungkinkannya mencetak banyak gol. Ini akan tergantung pada bagaimana Madrid menggunakannya, karena Kylian tidak memiliki gaya yang sama seperti Benzema.

Mbappe butuh ruang, kecepatan dan jika Madrid menggunakan Mbappe seperti Benzema, kita akan melihat pemain bagus tapi bukan yang terbaik seperti kita melihatnya di PSG.

Anda harus tahu bagaimana mengeluarkan yang terbaik darinya dan Madrid sekarang bukan soal kecepatan dan counter-attack.

Tahun ini sepertinya berat merekrut dia. Apakah Anda melihatnya sebagai pengganti terbaik untuk Benzema dalam dua atau tiga tahun?

Ia adalah pengganti, tanpa diragukan lagi, tapi hal lain adalah apakah ini akan terjadi karena Paris Saint-Germain tak ingin menjualnya dan saya tak berpikir mereka butuh uang. Mereka ingin memenangi Liga Champions dengannya.

Dan apakah Apakah Anda akan melepasnya ke Madrid? Saya tak tahu. Jika ia ingin pergi, saya tidak tahu apakah ia ingin pergi sekarang, kita akan lihat, tapi ia baik-baik saja dengan kedua klub dan saya tak tahu apakah Madrid akan mampu merekrutnya.

Bagaimana Anda melihat laga Jumat nanti di Etihad Stadium? Apakah Madrid mampu mengukir comeback ?

Dengan Zidane, semuanya mungkin. City dalam performa bagus. Ini akan berat, tapi Madrid adalah Madrid dan di Liga Champions mereka sangat kuat.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi tapi Zidane mampu bangkit dan Pep Guardiola juga sangat bagus, jadi ini akan bagus. Terpenting, City memulai dengan sebuah keuntungan.

Apakah ini bisa jadi tahunnya PSG?

Bisa saja, karena mereka memiliki Neymar, yang tidak tersedia di beberapa tahun sebelumnya, dan ia pemain sangat penting untuk PSG. Dia membuat perbedaan dengan Mbappe.

Ia bermain di belakang Kylian dan mereka membuat banyak bencana. Ketika ia tidak ada, maka sulit, tapi jika Neymar ada masalahnya berbeda, karena ia punya pengalaman, ia pernah bermain untuk Barcelona dan tahu apa yang harus dilakukan.

Apakah Anda ingin menjadi pelatih, dan apakah PSG menjadi opsi?

Saya rasa tidak (tertawa). Saya ingin menjadi pelatih, tapi mungkin sangat jauh, di Asia. Saya akan terkejut jika suatu haru melatih di Prancis.

Mengapa?

Saya pikir ini rumit karena di Prancis selalu orang yang sama dan kesulitan yang sama untuk tipe orang tertentu. Ketika saya mendapat lencana kepelatihan, akan sangat mengejutkan jika saya melatih di Prancis.

Kalau Inggris atau Spanyol?

Di Liga Inggris mungkin, tapi saya tidak tinggal di Spanyol cukup lama untuk memiliki mental Spanyol, jadi saya pikir tidak. Mungkin Inggris, atau Asia.

Siapa pemain muda yang Anda anggap sebagai masa depan Prancis?

Bakat alami ada di Mbappe. Di usia 21 tahun, ia pemain yang paling banyak unjuk gigi. Lalu ada Ousmane Dembele, tapi ia banyak cedera tahun ini.

Kingsley Coman di Bayern Munchen dan Anthony Martial di Manchester United. Dan Alexandre Lacazette. Ada banyak pemain hebat di Prancis, tapi yang terkuat adalah Kylian.

Bagaimana Anda menilai tahun pertama Eden Hazard di Madrid?

Saya pikir tahun pertama tidak pernah mudah dan demikian pula di Madrid karena saya pernah mengalaminya ketika Anda datang dari Inggris.Tapi ia akan bertahan.

Tahun ini ia memiliki sedikit pengalaman seperti apa Liga Spanyol dan tahun depan ia ingin menunjukkan bakat yang ia miliki.

Ikuti juga Instagram , Facebook , YouTube , dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Real Madrid Lainnya:

Lawan Manchester City, Real Madrid Tak Bawa Gareth Bale

PSG Ikut dalam Persaingan Dapatkan James Rodriguez dari Real Madrid

Original Source

Topik Menarik

{