Loading...
Loading…
Viral! Rekaman Kesaksian Ibu Penjual Dawet di Dekat Stadion Kanjuruhan: Banyak Suporter yang Mabuk…

Viral! Rekaman Kesaksian Ibu Penjual Dawet di Dekat Stadion Kanjuruhan: Banyak Suporter yang Mabuk…

Powered by BuddyKu
Olahraga | populisid | Rabu, 05 Oktober 2022 - 05:46

Beredar di media sosial video kesaksian ibu penjual dawet di dekat Stadion Kanjuruhan. Ia memngungkapkan banyak supporter mabuk dan dibawah pengaruh obat terlarang.

Salah satu warganet mengunggah voice note (VN) yang berisi kesaksian ibu penjual dawet tersebut di akun media sosial twitter.

Ibu penjual dawet tersebut menjelaskan bahwa ricuhnya keadaan terjadi karena supporter berdesak-desakan, saling dorong sampai saling tending pada saat mau keluar dari Stadion guna menghindar dari gas air mata.

"Nah, gas air matanya ini sebetulnya sih nggak terlalu anu kok. Cuma ini saling dempetnya sama saling dorongnya sama saling tendangnya sesama suporter," ucap ibu penjual dawet.

Ibu tersebut kemudian menjelaskan kondisi seorang anak yang terjepit di pintu keluar stadion. Menurut penjelasan ibu penjual dawet tersebut, anak kecil itu ditolong oleh salah satu aparat. Namun, Ketika hendak menolong anak yang terjepit tersebut, aparat itu justru jadi sasaran amukan supporter. Menurut ibu tersebut, supporter itu dalam keadaan mabuk.

"Suporter sebelumnya sudah mabuk semua, yang meninggal pun banyak yang berbau alkohol. Yang saya tolong itu Mas Nawi itu ternyata juga pemabuk," katanya.

"Lha polisi yang menolong anak terjepit, tapi dipukuli kepalanya. Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya," lanjutnya.

Ibu tersebut juga menjelaskan dagangannya sempat jadi sasaran amukan karena ia menolong aparat dan anak kecil tersebut. Ibu tersebut juga mengaku, para supporter tersebut bertingkah seperti jaran kepang hal itu disebabkan karena mereka berada di bawah pengaruh miras.

"Merekamabuk dan banyak yang konsumsi obat terlarang," katanya.

Di akhir VN tersebut, ibu penjual dawet itu mengatakan bahwa polisi ataupun supporter tidak bisa disalahkan dalam keadaan tersebut.

Postingan video tersebut lantas menuai beragam komentar dari warganet, ada yang pro dan ada yang kontra.

"Oalah. Tadi pas denger katanya diizininnya jam malem, udah ada firasat, \'Wah kalau malem ya jamnya orang mabuk ugal-ugalan\' kubilang. Ternyata bener, nggak ada orang eling yang rusuh lagi nonton hiburan. Yang jelas ini salah ada di dua belah pihak. Nggak bisa kita salahin si ini si itu," cuit warganet.

"Kenapa harus mabuk terus pakai obat-obatan segala ya. Nggak melarang, cuma ini kan menyangkut keselamatan diri sendiri sama suporter lain. Apalagi disebutin ada anak kecil. Minum es teh aja udah paling enak," cuit warganet lainnya.

Tidak sedikit juga warganet yang tidak percaya dari voice note kesaksian dari ibu penjual dawet tersebut.

Baca Juga: Disiapkan Pemerintah Pascatragedi Kanjuruhan, Apa Tujuan Trauma Healing?

Seumur hidup saya ke kanjuruhan, tidak pernah lihat orang jualan dawet ucap warganet.

"Padahal aku juga bisa suruh tante aku bikin VN kayak gini, tinggal tulis narasinya doang," komentar warganet lain.

"Seperti narasi-narasi lain yang berbentuk thread ataupun ketikan. Aku juga bisa nyuruh adik sepupuku ngarang. Yang penting dia udah dikasih pelajaran huruf a-z," kata warganet lainnya lagi.

hai salam kenal ijin nambahin pandangan dari ibu-ibu penjual dawet di sekitar TKP ya... pic.twitter.com/xFeBTcHpim

Ches (@Chesacheslie) October 2, 2022
Original Source

Topik Menarik