Loading...
Loading…
Tur Bulu Tangkis Mundur, Simulasi Jelang Thomas dan Uber Cup Jadi Andalan PBSI

Tur Bulu Tangkis Mundur, Simulasi Jelang Thomas dan Uber Cup Jadi Andalan PBSI

Olahraga | skor.id | Rabu, 29 Juli 2020 - 18:30
Pembatalan seluruh turnamen bulu tangkispada bulan September membuat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) harus mencari jalan lain mempersiapkan kontingen ke Thomas dan Uber Cup 2020.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, sedianya turnamen bulan September akan menjadi pemanasan sebelum terbang ke Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

Turnamen seperti Chinese Taipei Open, Korea Open, China Open, dan Japan Open 2020 akan menjadi alat untuk mengukur kesiapan para atlet untuk tampil di ajang bulu tangkis beregu putra dan putri tersebut.

"Sebetulnya sangat disayangkan, ini adalah hal yang merugikan buat dunia bulutangkis, khususnya untuk atlet," kata Achmad Budiharto kepada Badmintonindonesia.org .

"Tapi di sisi lain kami bisa mengerti karena pandemi ini belum teratasi di negara-negara lain. Seperti contohnya di Jepang danCina yang mengalami second wave Covid-19."

Sejauh ini Thomas dan Uber Cup 2020 masih akan berjalan sesuai jadwal. Namun, PBSI masih terus memantau informasi terbaru dari BWF, jikalau ada pembatalan kembali.

"Secara prinsip, memang kami harus menunggu keputusan BWF mengenai kepastian Piala Thomas dan Uber," kata Achmad menambahkan.

Untuk menyiasati kosongnya jadwal turnamen sebelum terbang ke Denmark, PBSIterpaksa hanya mengandalkanturnamen simulasi untuk menjaga kesiapan para pemain.

"Untuk tetap mempersiapkan atlet, kami akan tetap melangsungkan simulasi. Simulasi ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan kondisi atlet jelang Piala Thomas dan Uber,"tutur Achmad Budiharto.

Turnamen simulasi ini direncanakan berlangsung pada awal September 2020 dan berlangsung secara tertutup di area Pelatnas Cipayung.

PBSI berniat mengadakan turnamen sejenisPBSI Home Tournament yang selesai pada 24 Juli kemarin sebelum mengikuti ajang Thomas dan Uber Cup 2020.

BWF sendiri mengambil keputusan untuk mengosongkan turnamen di bulan September karena federasi tak ingin mengambil risiko dengan menggelar turnamen di tengah pandemi Covid-19.

"Kami tentu sangat kecewa karena harus membatalkan turnamen-turnamen tersebut. Tapi, saat ini, kami memprioritaskan keselamatan semua orang,"kata Thomas Lund, Sekretaris Umum BWF.

Ikuti juga Instagram , Facebook , YouTube , dan Twitter dari Skor Indonesia

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Sukses dengan Home Tournament, PBSI Bakal Gelar Simulasi Thomas dan Uber Cup 2020

Kesan Flandy Limpele Usai Jalani Hari Pertama Sebagai Pelatih Ganda Putra Malaysia

Original Source

Topik Menarik