Loading...
Loading…
PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulutangkis Indonesia di Japan Open 2022

PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulutangkis Indonesia di Japan Open 2022

Powered by BuddyKu
Olahraga | Republika | Minggu, 04 September 2022 - 13:35

ruzka.republika.co.id -Semifinal turnamen bulutangkis Japan Open tanpa Indonesia. Lima pebulutangkis Indonesia rontok di perempat final.

Mereka tak bisa berbuat banyak meski sudah pol-polan. Chico Aura Dwi Wardoyo (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) harus mengakui keunggulan lawannya.

Pun Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra) dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, memberikan evaluasinya.

"Memang hasil ini bukan yang kita harapkan, hasilnya kurang baik. Sangat disayangkan," ucap Rionny.

"Tapi saya melihat anak-anak sudah maksimal terutama yang bertanding di babak perempatfinal. Hampir semua mereka kalah dengan tidak mudah. Mereka berjuang mati-matian dengan lawan yang memang satu level dengan mereka," tambahnya.

Walau begitu, Rionny mengaku hasil ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi ia dan tim pelatih.

"Evaluasi terpenting saya adalah bagaimana penyesuaian kita dengan kondisi lapangan dan shuttlecock. Ini terjadi di sini dengan kondisi lapangan yang stabil dan laju shuttlecock yang lambat membuat anak-anak memang agak kesulitan," terang Rionny.

"Berbeda dengan saat bertanding di Malaysia dan Singapura lalu, dimana anak-anak mampu bermain dengan pola dan teknik terbaik karena shuttlecock-nya kencang," sahutnya.

Hal ini sebenarnya sudah diantisipasi selama persiapan di Jakarta tapi Rionny mengatakan harus lebih disiapkan lagi.

"Hal ini sebenarnya sudah kita antisipasi dengan menyiapkan dari Jakarta. Sudah mencoba memakai shuttlecock pertandingan misalnya tapi memang belum cukup. Ke depan harus kita siapkan lebih matang lagi bagaimana medan pertandingan yang akan dihadapi," tekad Rionny.

Rionny pun membantah bahwa anak-anak asuhnya kehilangan fokus dan motivasi usai semua tertuju kepada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 pekan lalu.

"Saya rasa tidak (fokus anak-anak menurun), karena kembali lagi mereka tetap bisa berjuang habis-habisan di lapangan setiap pertandingan. Kita semua bisa lihat itu," kata Rionny.

"Saya harap hasil ini tidak membuat anak-anak dan tim pelatih down. Sebaliknya harus menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik lagi karena masih banyak turnamen-turnamen di depan. Apalagi tahun depan kita bersiap menghadapi kualifikasi Olimpiade Paris 2024," harap Rionny.

Japan Open 2022 yang digelar di Maruzen Intec Arena, Osaka, Jepang, memasuki babak final pada hari Minggu (4/9) ini usai berlangsung sejak hari Selasa (30/8) lalu.* (yayan)

Original Source

Topik Menarik