Blak-blakan Nadeo Soal Ejekan Asnawi ke Pemain Singapura di Piala AFF 2020

Olahraga | indosport.com | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 17:42
Blak-blakan Nadeo Soal Ejekan Asnawi ke Pemain Singapura di Piala AFF 2020

INDOSPORT.COM Masih dalam euforia Piala AFF 2020, kiper Nadeo Argawinata memberikan tanggapan terkait ejekan Asnawi Mangkualam terhadap pemain Singapura.

Sebagai informasi, ajang sepak bola terbesar di Asia Tenggara bertajuk Piala AFF bergulir pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari lalu.

Selama bergulirnya Piala AFF 2020, banyak kejadian menarik yang tak ada habisnya untuk dibahas. Salah satunya saat sosok Asnawi Mangkualam yang bertingkah jahil seolah mengejek ke lawan mainnya.

Tepatnya, drama Asnawi Mangkualam itu terjadi saat timnas Indonesia melawan tuan rumah Singapura di semifinal leg kedua Piala AFF 2020.

Dalam video yang beredar di media sosial, Asnawi Mangkualam langsung mendatangi Faris Ramli sambil mengucapkan thank you saat Faris Ramli gagal mengeksekusi tendangan penalti untuk Singapura.

Sontak, aksi Asnawi Mangkualam ini langsung jadi trending topic di Twitter. Beragam meme pun bermunculan dari penggemar sepak bola Tanah Air.

Ketika ditanya terkait aksi rekannya itu, Nadeo Argawinata secara blak-blakkan membeberkan aksi jahil Asnawi Mangkualam terhadap Faris Ramli, pemain Singapura.

Hal itu sebagaimana diucapkan Nadeo Argawinata dalam bincang santai bersama komedian Tretan Muslim dan Dustin di kanal Youtube Tretan Universe.

Tapi itu sebenarnya dia (Asnawi) ngomong apa tuh (pas di semifinal Piala AFF 2020),tanya Tretan Muslim sebagai host di kanal Youtubenya.

"Dia (Asnawi) kalau ditanya sih, dia ngomong Thank You sih," jawab Nadeo Argawinata disertai gelak tawa setelah menjawab itu.

Kiper yang turut membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020 itu juga mengatakan bahwa Asnawi Mangkualam melakukannya karena terpancing tensi pertandingan yang tinggi.

Meski begitu, Nadeo Argawinata juga mengatakan bahwa Asnawi Mangkualam sempat ditegur oleh pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, karena dianggap tidak respek atau menghargai lawan.

Artikel Asli