Kasus Covid-19 di Italia Meningkat, Sarri: Kalau Tidak Berbahaya Anggap Flu Biasa

Olahraga | sindonews | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 17:04
Kasus Covid-19 di Italia Meningkat, Sarri: Kalau Tidak Berbahaya Anggap Flu Biasa

ROMA - Maurizio Sarri membuat pernyataan kontroversial setelah kasus positif Covid-19 di Italia meningkat. Pelatih Lazio itu menyatakan jika virus ini dianggap berbahaya harus segera di lockdown.

Tapi jika dinilai tidak berbahaya anggap saja seperti flu biasa. Sarri mengeluarkan pernyataan ini lantaran empat pertandingan Liga Italia 2021-2022 terpaksa mengalami penundaan lantaran banyaknya pemain yang terpapar Covid-19.

Salah satu yang mengundang perhatian adalah laga Inter Milan versus Bologna. Pasalnya, Nerazzurri menang KO (3-0) atas Rosoblu setelah enam pemain dan dua staf dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan diperintahkan untuk melakukan karantina.

Tak pelak, banyak pihak yang protes karena merasa tidak adanya aturan protokol kesehatan yang jelas untuk diterapkan ketika kondisi tersebut terjadi. Karena itu, Sarri berpendapat jika memang virus corona ini berbahaya, maka wilayah Negeri Pizza harus segera dikunci total alias lockdown.

Namun, jika dirasa memang tidak berbahaya maka anggaplah orang yang terpapar Covid-19 sama seperti orang yang menderita flu biasa. Sehingga tidak membuat kekacauan.

"Covid mempengaruhi kehidupan semua orang, bukan hanya olahraga. Jika pandemi ini berbahaya harus ada penguncian total, jika tidak maka akan diturunkan menjadi flu dan orang akan tinggal di rumah karena demam (biasa)," kata Sarri dilansir dari Football Italia, Sabtu (8/1/2022).

Lebih lanjut, mantan pelatih Chelsea itu berharap bahwa melonjaknya kasus positif Covid-19 tidak akan membuat pertandingan Liga Italia kembali digelar tanpa penonton. Menurutnya, itu hanya akan membuat semangat pelatih dan pemain yang akan bertanding menjadi hilang.

"Saya hanya berharap bahwa kami tidak berakhir dengan bermain di stadion tertutup. Itu membuat orang-orang yang bersemangat seperti saya kehilangan keinginan untuk pergi ke lapangan," pungkas pelatih berusia 62 tahun itu.

Artikel Asli