Djokovic Ngaku Jadi Korban Permainan Politik

Olahraga | rm.id | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 07:07
Djokovic Ngaku Jadi Korban Permainan Politik

Polemik petenis nomor satu dunia Novak Djokovic terkait penahannya di Australia semakin panas. The Djoker dianggap sebagai korban permainan politik.

Hal itu disampaikan Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada media di Serbia, kemarin.

Saat ayah petenis nomor satu dunia itu mengklaim anaknya disalib bak Yesus Kristus. Djokovic ditahan saat tiba di Bandara Tullamarine, Melbourne, Rabu (5/1), karena gagal menunjukkan bukti yang memadai bahwa dia telah menerima vaksinasi Covid-19 penuh atau pengecualian medis untuk masuk ke Australia untuk mempertahankan gelar Australia Terbukanya.

Visa petenis berusia 34 tahun itu kemudian dibatalkan dan dia terancam dideportasi. Vucic mengklaim Djokovic diperlukan berbeda dengan petenis lain yang bisa memasuki Australia.

Hal ini tidak adil karena adanya permainan politik terhadap Djokovic oleh semua pihak, termasuk Perdana Menteri Australia yang berpura-pura aturan berlaku untuk semua, seru Vucic.

Di ibu kota Serbia, Beograd, ayah Djokovic, Srdjan, memimpin aksi demonstrasi di depan gedung parlemen negara itu.

Kami tidak meminta adanya kekerasan, kami hanya meminta dukungan untuk Novak, seru Srdjan menggunakan pelantang saat para demonstran mengibarkan bendera Serbia dan spanduk bertuliskan, Mereka takut menghadapi petenis terbaik. Hentikan rasisme corona.

Yesus disalib dan dia masih hidup di tengah-tengah kita, Novak juga disalib, karena dia adalah olahragawan dan petenis terbaik dunia. Dia akan bertahan, lanjut Srdan.

Sementara itu, Pemerintah Serbia telah mengajukan protes verbal kepada Kedutaan Besar Australia d Beograd atas perlakuan tidak pantas kepada petenis mereka di Melborune.

Djokovic bukanlah penjahat, teroris, atau imigran ilegal. Namun, dia diperlakukan seperti itu oleh pemerintah Australia. Hal itu menyinggung pendukungnya dan warga Serbia, ungkap Kementerian Luar Negeri Serbia.

Hal sama juga diperlakukan petenis Rep Ceko, Renata Voracova, yang ditahan di pusat penahanan di Melborune bersama Novak Djokovic, setelah visa kedua petenis itu dicabut, mengaku situasinya bak di penjara.

Voracova masuk ke Australia setelah mendapatkan dispensasi, sama dengan Djokovic namun keduanya berakhir dalam tahanan setelah pemerintah Negeri Kangguru itu berubah pikiran.

Saya berada di dalam kamar dan tidak diizinkan keluar, ujar Voracova kepada harian Rep Ceko DNES dan Sport.

Jendela kamar saya tertutup rapat. Saya tidak bisa membukanya sama sekali. Selain itu ada penjaga di mana-mana, bahkan di bawah jendea kamar saya. itu lucu karena saya tidak mungkin meloncat dan melarikan diri, imbuh petenis berusia 38 tahun dan berperingkat 81 dunia di nomor ganda itu.

Belum divaksin Covid-19, Voracova diizinkan masuk ke Australia karena dia sempat positif pada akhir tahun lalu. [KW]

Artikel Asli