Djokovic Awali Kontroversi di Australia Open

Olahraga | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:24
Djokovic Awali Kontroversi di Australia Open

MELBOURNE - Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic mengatakan akan bermain di Australia Open 2022 untuk mempertahankan gelarnya. Djokovic memastikan bermain pada ajang Grand Slam awal tahun ini setelah diberikan pengecualian medis terkait Covid-19.

Semua peserta Australia Open yang dimulai pada 17 Januari, harus divaksinasi Covid-19 atau memiliki pengecualian, yang dinilai oleh panel ahli independen.

Petenis Serbia itu telah berulang kali menolak untuk mengkonfirmasi apakah dia telah divaksin. Partisipasinya di Melbourne Park menjadi subyek spekulasi yang intens setelah menarik diri dari ATP Cup yang sedang berlangsung di Sydney.

"Saya telah menghabiskan waktu berkualitas yang fantastis dengan orang yang saya cintai selama istirahat dan hari ini saya menuju Down Under dengan izin pengecualian. Let's Go 2022!" ujar Australia Open sembilan kali, yang mengalahkan Daniil Medvedev di final tahun lalu, di Instagram.

Postingannya disertai dengan foto dirinya berada di bandara, tampak santai, dengan tas di atas troli.

"Djokovic mengajukan permohonan pengecualian medis yang diberikan setelah proses peninjauan ketat yang melibatkan dua panel ahli medis independen yang terpisah," demikian pernyataan Asosiasi Tenis Australia dalam sebuah pernyataan.

Direktur turnamen Craig Tiley pekan lalu mengkonfirmasi sejumlah petenis telah diberikan pengecualian, tanpa menyebut nama Djokovic.

"Ada dua panel medis yang menilai aplikasi apa pun, dan mereka menilai secara buta. Mereka tidak tahu siapa pemohonnya," ujarnya.

"Merunut protokol ATAGI (Kelompok Penasihat Teknis Australia tentang Imunisasi), pengecualian diberikan atau tidak. Alasan pemberian pengecualian itu adalah hal pribadi, antara panel dan pemohon," sambungnya.

Dia mengatakan pada hari Selasa harus ada "alasan sesungguhnya" untuk memberikan pengecualian. "Inti dari proses ini adalah bahwa keputusan dibuat oleh para ahli medis independen dan bahwa setiap pemohon telah dipertimbangkan dengan matang," tandasnya.

Tidak Pro-Vaksin

Djokovic menyatakan penentangannya terhadap vaksin Covid-19 pada April 2020 ketika disarankan bahwa vaksin itu mungkin wajib sehingga turnamen dapat dilanjutkan.

"Secara pribadi saya tidak pro-vaksin," ujar Djokovic. Saya tidak ingin seseorang memaksa saya untuk divaksinasi agar saya bisa bepergian. Tapi jika itu menjadi wajib, apa yang akan terjadi? Saya harus membuat keputusan," sambungnya.

Ini bukan pertama kalinya Djokovic menentang aturan medis yang dianggapnya bertentangan dengan sikapnya. Hal yang sama dilakukan Djokovic ketika mengalami masalah siku pada 2017 - keputusan ini membuatnya berpisah dengan pelatih saat itu, Andre Agassi.

Namun, ketika pengobatan alternatifnya tidak berhasil dia memilih untuk menjalani operasi pada tahun 2018, meskipun secara pribadi dia menyesal melakukannya.

"Setiap kali saya memikirkan apa yang saya lakukan, saya merasa seperti saya telah gagal," ujar Djokovic kepada Daily Telegraph.

Djokovic telah menerima dukungan dari keluarganya terkait sikapnya tersebut. Ayahnya Srdjan mengatakan pada akhir November bahwa putranya mungkin tidak akan bermain di Melbourne, menuduh penyelenggara melakukan pemaksaan.

Pejabat pemerintah di negara bagian Victoria, yang menjadi tuan rumah Australia Open telah menegaskan berkali-kali bahwa hanya pemain yang divaksinasi yang dapat bermain di turnamen tersebut. "Itu aturannya. Pengecualian medis bukan celah bagi petenis istimewa," ujar Wakil Perdana Menteri negara bagian James Merlino baru-baru ini.

Konfirmasi bahwa petenis asal Serbia sedang dalam perjalanan menuju Australia memicu harapan untuk pertarungan dengan rival beratnya Rafael Nadal.

Keduanya mengincar rekor gelar Grand Slam ke-21. Nadal sudah berada di Melbourne untuk bersiap setelah pulih dari virus corona.

Petenis bintang lain yang juga pemenang Grand Slam 20 kali, Roger Federer, absen karena cedera dan tidak melakukan perjalanan ke Australia. ben/AFP/S-2

Artikel Asli