Pelatih Thailand Akui Darah Muda Timnas Indonesia Berbahaya, tapi...

Olahraga | inewsid | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 12:43
Pelatih Thailand Akui Darah Muda Timnas Indonesia Berbahaya, tapi...

SINGAPURA, iNews.id - Pelatih Thailand Alexandre Polking mengakui darah muda Timnas Indonesia berbahaya. Tapi menurutnya tidak ada satu pun pemain menonjol di skuad Garuda.

Indonesia dan Thailand bersua di final leg pertama Piala AFF 2020, Rabu (29/12/2021) malam WIB. Polking sudah mengamati kekuatan sang lawan jelang laga.

Bahkan dia menonton langsung tiga pertandingan terakhir Indonesia. Dia sangat mengagumi penampilan para pemain skuad Garuda arahan Shin Tae-yong.

Rata-rata usia skuad Indonesia adalah 23,8 tahun. Tapi hebatnya mereka menjadi tim paling produktif. Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan total sudah mencetak 18 gol dari enam laga yang sudah dilakoni dari fase grup sampai semifinal.

Pelatih Thailand Alexandre Polking deg-degan jumpa Indonesia di final Piala AFF 2020. (Foto: The Thao)
Pelatih Thailand Alexandre Polking deg-degan jumpa Indonesia di final Piala AFF 2020. (Foto: The Thao)

Bukan hanya itu. Indonesia juga tim yang punya kolektivitas tinggi. Sebab skuad Garuda bisa mencetak gol dari berbagai lini.

Kami menganalisis permainan mereka, saya menyaksikan pertandingan mereka sudah tiga kali, kata Polking dalam jumpa pers jelang pertandingan, Selasa (28/12/2021).

Mereka pemain sangat cepat dan sangat berbahaya terutama dalam hal serangan balik. Mereka melakukan pekerjaan sangat baik. Mereka pantas melaju ke final, tandasnya.

Meski demikian Alexandre Polking melihat Indonesia bermain sangat kompak dan tidak memiliki satu pemain menonjol. Untuk itu dia mengaku tidak akan memberikan penjagaan khusus terhadap salah satu pemain Garuda.

Media Vietnam The Thao 247 sebut Thailand yang kini dalam kondisi pincang tetap lebih jago dibanding Indonesia. (Foto: PSSI)

Kami tidak akan mewaspadai pemain-pemain tertentu," ucapnya.

"Maksud saya apa yang menarik perhatian saya adalah cara mereka bermain. Mereka merupakan pemain yang masih sangat muda, darah muda, memberi segalanya, berlari sepanjang pertandingan, ke atas-ke bawah, lanjutnya.

Sayangnya Indonesia tak akan diperkuat salah satu pilarnya di final leg pertama nanti. Bek kiri Pratama Arham terpaksa diparkir karena akumulasi kartu kuning.

Artikel Asli