Adaptasi Cepat jadi Kunci Sukses Carlos Sainz Bersama Scuderia Ferrari

Olahraga | kabaroto.com | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:00
Adaptasi Cepat jadi Kunci Sukses Carlos Sainz Bersama Scuderia Ferrari

KabarOto.com - Formula 1 musim 2021 menjadi tahun di mana Max Verstappen (Red Bull Racing) mematahkan dominasi Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas) untuk meraih titel juara dunia F1 yang kedelapan kalinya, namun bukan hanya keberhasilan Verstappen yang meraih gelar juara dunia 2021 saja, tapi ada sosok Carlos Sainz (Scuderia Ferrari) yang mampu beradaptasi cepat dan gemilang bersama tim barunya di musim 2021, Scuderia Ferrari.

Musim 2021 menjadi momentum pembuktian pria yang bernama lengkap Carlos Sainz Vzquez de Castro atau kerap disapa Carlos Sainz Jr asal Spanyol, ia merupakan anak dari pembalap reli WRC, Carlos Sainz. Ayahnya dulu dikenal luas saat menjadi juara dunia WRC pada 1990 dan 1992 bersama tim Toyota.

Kiprah pembalap kelahiran 1 September 1994 dikenal sebagai pembalap yang cepat dan bertalenta, sayangnya akibat kurang dukungan dari tim pada musim 2020 bersama McLaren, membuatnya kecewa dan akhirnya memilih bergabung dengan Scuderia Ferrari pada musim 2021.

Debut F1 pada 2015 bersama Scuderia Toro Rosso di Australia

Memulai debutnya di ajang F1 di Australia pada 2015 bersama tim Scuderia Toro Rosso, ia juga menjadi bagian dari akademi pembalap Red Bull Junior Team. Sainz bermitra dengan Max Verstappen, menempati posisi pembalap kedua setelah Daniil Kvyat ditarik ke tim Red Bull Racing. Sainz memilih menggunakan nomor 55 sebagai nomor mobil permanennya.

Debut perdananya di Australia, ia berhasil finis posisi 9. Sebagai talenta muda, ia berhasil menunjukan dirinya sebagai pembalap cepat dan sanggup beradaptasi cepat. Terbukti musim 2016 dan 2017, ia selalu finis jika kondisi kendaraannya baik, walaupun beberapa masalah teknis membuat dirinya gagal finis.

Musim 2018 bergabung ke tim Renault

Nah, musim 2018 mendapatkan kesempatan membela tim Renault. Sainz bermitra dengan Nico Hulkenberg, lagi-lagi ia menggantikan posisi Daniil Kvyat yang kembali membela Scuderia Toro Rosso.

Pada musim 2018, Saiz mengakhiri posisi klasemen pembalap F1 nomor sepuluh dengan 53 poin yang berhasil ia dulang sepanjang balapan musim 2018. McLaren pun kepincut untuk memanfaatkan talenta dari Carlos Sainz ini, musim 2019 secara resmi ia bergabung bersama McLaren menggantikan Fernando Alonso yang pensiun di akhir musim 2018.

Musim 2019 bergabung bersama McLaren menggantikan Fernando Alonso

Bersama McLaren tampil cepat, sayangnya Zak Brown ternyata lebih memfavoritkan Lando Norris yang dianggapnya lebih cepat. Seperti biasa dimulailah persaingan dalam tim, yang berdampak Carlos Sainz harus memberi jalan kepada Norris.

Sainz selalu konsisten mencetak poin dalam setiap balapannya, tampil cepat menjadi ciri khas dari pembalap berparas tampan ini. Musim 2020 saja, ia berhasil menempati posisi enam klasemen akhir pembalap F1. Dirinya merasa kurang mendapatkan dukungan maksimal, hingga akhirnya ia memilih bergabung dengan Scuderia Ferrari musim 2021.

Dikenal sebagai pembalap yang ramah dan mudah bergaul juga menjadi ciri khas Carlos Sainz, ia lebih memilih dekat dengan tim demi mengetahui karakter mobil balapnya dan tentu saja bisa memberikan masukan kepada mekanik perihal karakter dirinya di lintasan.

Demi beradaptasi dengan Scuderia Ferrari, ia selalu mencoba akrab dengan tim mekanik

Bersama tim yang bermarkas di Maranello, Italia itu ia tampil konsisten selama musim 2021, dengan mobil SF21 selama 2021 ini berhasil naik podium sebanyak 4 kali. Di mana finis kedua di Monako dan finis posisi 3 di Hungaria, Rusia serta Abu Dhabi.

Sainz memang tidak terlalu menonjol selama 2021, namun rekan satu timnya yakni Charles Leclerc yang selalu mendapatkan sorotan dan berada dibarisan depan saat akan memulai balapan. Namun Saiz memiliki konsistensi yang baik, ia selalu finis diposisi 10 besar, tak heran akhir musim di Abu Dhabi berhasil menempati posisi 3.

Klasemen pembalap F1 2021 juga menempati posisi 5, di atas Lando Norris (McLaren) dan Charles Leclerc. Keberhasilan ini menjadi modal utamanya untuk menunjukan dirinya sebagai pembalap yang cepat beradaptasi juga cepat di lintasan.

Artikel Asli