Polking: Thailand Bukan Favorit Juara

Olahraga | koran-jakarta.com | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 07:08
Polking: Thailand Bukan Favorit Juara

JAKARTA - Pelatih Thailand, Alexandre Polking menegaskan tim asuhnya bukan favorit juara Piala AFF 2020, meski telah berhasil menyingkirkan juara bertahan Vietnam pada babak semifinal.

Thailand melaju ke partai puncak setelah bermain imbang tanpa gol dengan Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Minggu (27/12). Hasil itu sudah cukup bagi Thailand untuk mengunci tiket ke final setelah pada pertemuan pertama menang 2-0 atas juara bertahan Vietnam. Thailand akan menantang Timnas Indonesia pada final Piala AFF 2020.

Usai pertandingan melawan Vietnam, Polking menegaskan anak asuhnya bukan favorit juara. Dia menilai melawan Indonesia akan menjadi laga yang sengit. "Tidak, saya rasa tidak ada soal tim favorit di final. Ini bakal jadi laga sulit," ujar Polking dalam konferensi pers virtual, Minggu malam.

Pelatih keturunan Jerman-Brasil itu mengaku bahwa tim asuhannya bukan lebih diunggulkan. Namun, mereka lebih percaya diri usai menyingkirkan Vietnam yang berstatus juara bertahan. "Tetapi yang penting sekarang bisa mengalahkan Vietnam, tim juara bertahan, bagus buat kepercayaan diri kami," sambungnya.

Final Piala AFF 2020 berlangsung dalam dua pertandingan di Stadion Nasional, Singapura. Leg pertama pada Rabu (29/12) dan leg kedua pada 1 Januari 2022.

Polking menyebut salah satu kekuatan Indonesia di Piala AFF 2020 adalah pantang menyerah. "Indonesia punya banyak pemain gesit, bermain sangat cepat, dan mereka tidak takut mencoba mencetak gol lima kali, gagal lima kali, untuk meraih kemenangan. Mereka sama bahayanya dengan tim Vietnam," jelas Polking.

Polking mengatakan permainan cepat Timnas Indonesia adalah sesuatu yang tidak disukai Thailand. Terlebih Indonesia yang diasuh Shin Tae Yong dihuni banyak pemain muda di Piala AFF kali ini. "Saya sudah menyaksikan pertandingan Indonesia secara langsung di lapangan. Mereka secara umum tim yang tidak nyaman untuk dilawan dengan variasi dan permainan agresif," tandas Polking.

Ini adalah kali keempat Indonesia bertemu Thailand di final Piala AFF setelah pada 2000, 2002 dan 2016. Thailand sukses mengalahkan tim Merah Putih pada tiga final sebelumnya.

Thailand dipastikan tidak akan diperkuat bek kiri andalan Theerathon Bunmathan pada leg 1 final Piala AFF. Pemain Buriram United itu mendapat larangan bermain melawan Indonesia karena akumulasi kartu kuning.

Bermain Agresif

Secara terpisah, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Ketika ditanya ESPN mengenai kritik penggemar tim lawan bahwa Indonesia terlalu agresif selama Piala AFF 2020, pelatih asal Korsel itu menyatakan tak apa-apa bermain agresif, sepanjang tak menyakiti lawan. Dia malah menilai tim-tim Asia Tenggara kurang agresif.

"Saya tak beranggapan kami telah bermain terlalu agresif. Justru salah satu hal yang saya pelajari dari sepak bola Asia Tenggara saat pertama kali saya menangani Indonesia adalah para pemain kurang begitu agresif," kata Shin. "Pendekatan fisik adalah hal yang mesti kami ambil. Bermain agresif yang dimainkan Indonesia menjadi terasa lebih menyengat, lebih menghibur." ben/S-2

Artikel Asli