Juergen Klopp Berharap Aturan Lima Pergantian Pemain Kembali Diterapkan

Olahraga | limapagi.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 06:25
Juergen Klopp Berharap Aturan Lima Pergantian Pemain Kembali Diterapkan

LIMAPAGI- Manajer Liverpool, Juergen Klopp mendukung permintaan dari manajer Chelsea, Thomas Tuchel soal pergantian pemain di Premier League. Tuchel meminta, agar pergantian pemain kembali menjadi lima orang di tengah melonjaknya kembali kasus Covid-19 di Inggris.

Premier League sempat memberlakukan pergatian lima pemain pada musim kompetisi 2019-2020. Hal itu terjadi saat kompetisi kembali bergulir pada Juni 2020, setelah sempat jeda tiga bulan karena pandemi Covid-19.

ESPN melaporkan, namun di musim 2021-2022 Premier League memberlakukan pergantian pemain kembali menjadi tiga orang.

Tuchel beralasan Premier League harus mempertimbangkan kembali aturan soal pergantian pemain, setelah varian baru Covid-19 Omicron berdampak pada beberapa klub. Selain itu, adanya 15 pertandingan yang ditunda di bulan ini.

Misalnya laga Boxing Day Liverpool vs Leeds United yang ditunda karena Covid-19. Klopp pun setuju dengan permintaan Tuchel soal pergantian pemain.

"Ya kami harus mengesampingkan persaingan. Ya, Manchester City memiliki pemain pengganti yang lebih baik dari Southampton, dan kami juga memiliki pemain pengganti yang lebih baik dari Burnley. Mungkin itu benar," kata Klopp.

"Masalahnya adalah intensitas untuk pesepak bola kelas atas di Inggris sudah pasti di ujung tanduk. Seorang pemain level atas di Premier League memainkan sekitar 38 pertandingan liga dan dua kompetisi lainnya, mungkin mereka bisa memainkan 43 pertandingan," tambahnya.

Menurut Klopp, jumlah tersebut masih belum ditambahkan dari pertandingan internasional. Selain itu juga masih ada kompetisi Liga Champions.

"Jadi cukup cepat, kami telah mencapai 50 pertandinga atau lebih banyak. Jadi pergantian lima pemain adalah keputusan yang tepat, apalagi kalau ada pemain yang kembali setelah terpapar Covid-19 atau setelah cedera," jelasnya.

"Kami harus mengubahnya, namun kembali lagi itu keputusan Premier League. Namun saya melihat ada peluang untuk mengubah aturan tersebut," katanya.

Artikel Asli