Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Surabaya dan Pacitan Bela Singapura

Olahraga | sindonews | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 21:51
Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Surabaya dan Pacitan Bela Singapura

Pemain keturunan Indonesia berdarah Surabaya dan Pacitan yang membela Timnas Singapura di Piala AFF 2020. Ada tiga pemain keturunan Indonesia berdarah Jawa Timur yang memilih membela Timnas Singapura. Amy Recha Pristifana bin Samion, Irfan Fandi, dan Ikhsan Fandi adalah tiga pemain keturunan Indonesia berdarah Jawa Timur yang berseragam Singapura di Piala AFF 2020.

1. Amy Recha Pristifana

Pemain bernama lengkap Amy Recha Pristifana bin Samion berposisi sebagai striker. Amy diketahui lahir di Surabaya pada 13 Mei 1992. Amy mengakui jika ibunya asli Arek Suroboyo.

Kendati memilih Timnas Singapura, Amy Recha tidak melupakan tempat lahirnya, Surabaya, satu kota dengan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono. Amy sempat tinggal beberapa tahun di Indonesia sebelum hengkang ke Singapura.

Pemain bernomor punggung 7 itu berada dalam dilema ketika berjumpa Indonesia. Selain lahir di Surabaya dan besar di Batam, Amy tetap tidak melupakan asalnya. Keluarga besarnya tetap mendukung karier sepak bola Amy meskipun memilih Timnas Singapura

2. Ikhsan Fandi

Jika melihat nama belakang dari Ikhsan Fandi mengingatkan pada sosok legenda Singapura Fandi Ahmad. Ya, Ikhsan adalah anak kandung dari Fandi Ahmad, mantan pemain yang pernah membela klub Indonesia, Niac Mitra Surabaya di era Galatama.

Ikhsan berposisi sebagai striker yang merobek jala Timnas Indonesia di leg pertama semifinal Piala AFF 2020. Ikhsan ternyata memiliki darah Indonesia. Ayahnya ternyata memiliki darah Pacitan, Jawa Timur. Kakeknya berasal dari Pacitan.

Ikhsan kini menjadi idola baru di Timnas Singapura dengan mengikuti jejak ayahnya. Ikhsan menjadi pemain inti Timnas Singapura saat melawan Indonesia.

3. Irfan Fandi

Tak salah lagi, Irfan Fandi juga anak kandung Fandi Ahmad seperti halnya Ikhsan Fandi. Kedua kakak beradik itu sama-sama membela Timnas Singapura. Seperti halnya Ikhsan, darah Pacitan mengalir di tubuh Irfan.

Irfan dengan tubuh tinggi besar menjadi benteng kokoh Timnas Singapura. Namun, nasib sial menghampiri Irfan saat dijatuhi kartu merah saat melawan Timnas Indonesia di leg kedua semifinal Piala AFF. Irfan diusir keluar lapangan oleh wasit karena melanggar Irfan Jaya.

Artikel Asli