Pemerintah Inggris Diminta tak Ambil Keputusan Laga Sepak Bola tanpa Penonton

Olahraga | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 12:27
Pemerintah Inggris Diminta tak Ambil Keputusan Laga Sepak Bola tanpa Penonton

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Para pegiat sepak bola memohon kepada pemerintah Inggris untuk tidak melarang penonton datang ke stadion pada Tahun Baru, kecuali data Covid-19 menyebutkan dengan jelas bahwa darurat kesehatan nasional memerlukan larangan kerumunan penggemar di arena.

Pertandingan sepak bola di Inggris menghadapi kemungkinan lebih banyak pertandingan tanpa penonton setelah Wales memberlakukan larangan penonton dan kerumunan, sementara Skotlandia membatasi jumlah orang yang hadir langsung di stadion. Otoritas sepak bola di Inggris khawatir peraturan pembatasan penonton akan segera terjadi.

Dikutip dari Daily Mail, Ahad (26/12), sumber-sumber pemerintah mengatakan mereka memantau data Covid secara terus-menerus dan saat ini tidak mungkin untuk memprediksi apakah perlu menutup penggemar untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Namun dengan klub kehilangan miliaran pound musim lalu setelah hampir menjalani semusim penuh tanpa penonton, kepala eksekutif QPR Lee Hoos mendesak pemerintah untuk tidak mengambil keputusan tergesa-gesa. QPR saat ini berlaga di Divisi Championship, kompetisi tepat di bawah Liga Primer Inggris.

"Anda harus aman, sama sekali tidak ada keraguan tentang itu, tetapi mari kita pastikan bahwa kita bekerja berdasarkan fakta, bukan emosi," kata Hoos.

Menurutnya, pemerintah harus menggunakan pendekatan yang masuk akal dengan melihat apa yang dikatakan data. Jika memang pembatasan harus dilakukan, Hoos menilai pemerintah harus bisa memastikan bahwa itu memang perlu dilakukan.

"Jika itu perlu terjadi, itu perlu terjadi tetapi pastikan itu perlu terjadi. Mari kita jaga agar varian baru ini tidak mematikan dan tidak perlu ada batasan baru," kata Hoos.

Manajer klub Liga Primer Inggris Pep Guardiola dan David Moyes juga mengatakan permainan akan terganggu jika penonton hilang. Guardiola mendesak orang untuk memakai masker dan menghormati pembatasan Covid untuk mencegah hal itu terjadi.

Artikel Asli