Kalah Lawan Indonesia, Media Singapura: Banyak Kontroversi, ASEAN Butuh VAR

Olahraga | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 08:47
Kalah Lawan Indonesia, Media Singapura: Banyak Kontroversi, ASEAN Butuh VAR

SINGAPURA, iNews.id - Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 4-2 di leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Salah satu media Singapura menilai laga ini sarat kontroversi sehingga butuh kehadiran VAR pada masa mendatang.

Stadion National, Singapura, pada Sabtu (25/12/2021) malam bergemuruh enam kali. Pasalnya ada enam gol yang tercipta saat Indonesia meladeni tuan rumah Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020.

Ada empat gol dari Indonesia dan sisanya dicetak oleh Singapura. Gol skuad Garuda diciptakan lewat Ezra Walian (11'), Pratama Arhan (87'), bunuh diri Shawal Anuar (91'), dan Egy Maulana Vikri (105'+2). Sementara gol Singapura disarangkan oleh Song Ui-Young (45'+4) dan Shahdan Sulaiman (74').

Singapura legawa timnya kalah. Menurut mereka, Ikhsan Fandi dkk sudah menampilkan permainan terbaik apalagi sempat tampil dengan 8 orang karena 3 pemain dikartumerahkan.

Namun, mengutip media Singapura The Straits Times, mereka menyayangkan tidak ada teknologi Video Assistant Referee (VAR) di ajang Piala AFF 2020. Menurut mereka ada beberapa keputusan kontroversial di laga leg kedua, salah satunya gol Pratama Arhan yang berbau offside.

"Butuh biaya jutaan untuk menerapkan VAR baik itu dalam soal kamera dan pelatihan, tetapi dunia sepak bola mulai terbiasa dengan VAR. Inilah saatnya bagi ASEAN untuk bergerak, mungkin lewat bantuan FIFA demi Piala Suzuki yang akan datang," terang The Straits Times dikutip pada Minggu (26/12/2021).

Timnas Singapura sendiri diuntungkan tidak adanya VAR pada leg pertama. Saat itu pilar Indonesia, Ricky Kambuaya dijatuhkan di kotak terlarang tapi wasit tidak menunjuk titik putih. Mereka pun mengakui itu dan berharap akan ada VAR di masa mendatang agar drama kontroversi leg kedua melawan Indonesia tidak terulang lagi.

"Diakui, Lions beruntung lolos penalti di leg pertama, tapi ada begitu banyak keputusan kontroversial di leg kedua yang menambah drama tidak seharusnya dan membuat tim (Singapura) kehilangan tempat di final," lanjutnya.

Persoalan belum adanya VAR di ASEAN juga disinggung media Korea Selatan, Chosun. Mereka menyoroti keputusan wasit di laga leg pertama Vietnam versus Thailand.

Saat itu Vietnam asuhan Park Hang-seo dianggap dirugikan oleh wasit. Pada menit 48' misalnya, kiper Thailand Bu Prohm menyambar pemain Vietnam, Nguyen Van Toan. Namun bukannya merah, justru kartu kuning yang muncul dari kantong wasit. Dengan adanya keputusan kontroversi di Piala AFF 2020, Chosun pun menuliskan "diperlukan VAR untuk sepak bola Asia Tenggara".

Pertandingan leg kedua antara Timnas Indonesia vs Singapura telah dilangsungkan pada Sabtu (25/12/2021) malam WIB dan masih tanpa hadirnya teknologi VAR. Meski begitu, Shin Tae-yong mengaku puas dengan kinerja wasit lantaran dinilainya sudah adil. Indonesia menang 4-2 di laga tersebut dan berhak tampil di final Piala AFF 2020.

Artikel Asli