Profil Shahdan Sulaiman, Maestro Free Kick Singapura Pembobol Gawang Indonesia

Olahraga | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 07:25
Profil Shahdan Sulaiman, Maestro Free Kick Singapura Pembobol Gawang Indonesia

SINGAPURA, iNews.id - Gelandang Timnas Singapura, Shahdan Sulaiman menjadi pemain yang menonjol saat melawan Indonesia di leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Dua gol The Lions tercipta berkat kepiawaiannya mengambil free kick.

Shahdan Sulaiman menjadi andalan Singapura saat melawan Indonesia dalam leg kedua semifinal Piala AFF 2020 yang berlangsung di Stadion National, Sabtu (25/12/2021). Dia menjadi motor serangan tim dari lini tengah.

Dengan skill -nya, pria kelahiran 9 Mei 1988 itu mampu menjadi penyambung sisi kanan dan kiri permainan Singapura. Selain jago di open play , Shahdan juga hebat dalam urusan bola mati alias free kick .

Pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida membebankan tugas mengambil free kick pada pemain bernomor punggung 8 tersebut. Hasilnya bisa dilihat di leg kedua melawan Indonesia. Dua gol The Lions tercipta berkat aliran bola free kick Shahdan.

Yang pertama, Shahdan mengirim umpan ke kotak penalti Indonesia. Umpannya membuahkan scrimmage dan dimanfaatkan dengan baik oleh Song Ui-Young. Singapura yang saat itu sudah bermain dengan 10 pemain pun menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum jeda.

Lalu pada babak kedua, Shahdan sendiri yang mencetak gol. Tembakan free kick langsungnya ke gawang Indonesia tak sanggup dibendung kiper Nadeo Argawinata. Skor menjadi 2-1 untuk Singapura pada menit 64'.

Berkat aksinya itulah Shahdan terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan. Meski dengan raut wajah kecewa karena Singapura kalah 2-4, pilar Lion City Sailors tetap harus menampilkan hadiah yang diberi ofisial pertandingan.

Menimbulkan Tanda Tanya

Terpilihnya Shahdan Sulaiman sebagai pemain terbaik pertandingan sesungguhnya menimbulkan tanda tanya. Menurut fans sepak bola, ada beberapa pemain yang lebih pantas diganjar penghargaan tersebut.

Jika memang harus dari kubu Singapura, kiper Hassan Sunny sepertinya lebih layak untuk mendapatkan predikat tersebut. Meski kebobolan cukup banyak, penampilannya di bawah mistar harus diacungi jempol.

Hassan tampil impresif di bawah mistar. Sederet peluang emas yang tercipta oleh Irfan Jaya dan kawan-kawan mampu dimentahkannya dengan baik. Skuad Garuda pun dibuatnya frustrasi karena kesulitan mencetak gol meski mendapat banyak kesempatan bagus.

Selain Hassan, Egy Maulana Vikri tampaknya juga lebih layak dibanding Shahdan. Masuk sebagai pemain pengganti menit 66', dirinya sukses menjadi pembeda di laga tersebut.

Terbukti, pemain FK Senica itu berkontribusi dalam dua gol tambahan milik skuad asuhan Shin Tae-yong. Pertama, akselerasinya membuat Shawal Anuar mencetak gol bunuh diri pada menit 91', sebelum akhirnya Egy sendiri mencetak gol pada menit 105+2.

Namun kembali lagi, pemilihan pemain terbaik pertandingan secara penuh adalah hak panitia penyelenggara. Mereka memiliki nilai dan faktor tersendiri untuk menentukan siapa yang pantas menyandang predikat tersebut.

Indonesia pun kini tinggal menunggu hitungan hari untuk tampil di partai final Piala AFF 2020. Evan Dimas dkk akan bertemu antara Vietnam dan Thailand yang akan menjalani laga leg kedua semifinal pada Minggu (26/12/2021).

Artikel Asli