Banyak Tantangan, Penyelenggaraan Australia Open 2022 Lebih Sulit dari Edisi 2021

Olahraga | okezone | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 03:01
Banyak Tantangan, Penyelenggaraan Australia Open 2022 Lebih Sulit dari Edisi 2021

SYDNEY - Bos Australian Open, Craig Tiley, sangat kerepotan untuk menyelenggarakan Australia Open 2022. Hal itu dikarenakan varian Omicron Covid-19 yang mulai menyebar ke berbagai negara.

Tiley dan timnya berusaha keras untuk menggelar Australia Open 2021 dengan aman pada Februari lalu ketika perbatasan Australia masih ditutup. Penyelenggaraan edisi 2021 menghabiskan banyak uang untuk langkah-langkah biosekuriti guna meyakinkan masyarakat setempat.

Novak Djokovic (Foto: Reuters)

Selang 12 bulan berlalu, segalanya tidak menjadi lebih mudah untuk Tennis Australia. Omicron menyebar ke seluruh negeri tepat ketika para pemain gelombang pertama akan tiba untuk acara pemanasan jelang turnamen Australia Open 2022 yang akan digelar Melbourne Park itu.

"2022 10 kali lebih sulit dari 2021. 2021 sulit, tetapi tidak mudah," kata Tiley, dikutip dari Reuters, Sabtu (26/12/2021).

"Begitu banyak variabel. Ini sesuatu yang baru, tetapi Anda bangun di pagi hari dengan tim Anda dan Anda hanya berharap mereka bertahan di sana," tambahnya.

Sementara itu, 1.000 pemain dan staf, yang tiba dari luar negeri, dikarantina selama dua pekan. Sebanyak 3.300 orang, yang datang untuk turnamen tahun depan, akan bebas berkeliaran di kota setelah mereka mengembalikan hasil tes PCR negatif.

Semua orang di kawasan Melbourne Park pada bulan Januari nanti harus divaksinasi atau mendapatkan pengecualian medis yang diberikan oleh otoritas kesehatan Australia.

Aturan itu sendiri akan menimbulkan tantangan, tetapi kehadiran penonton akan membawa kesempatan bagi Tennis Australia untuk mengganti sebagian uang yang hilang pada turnamen 2021 karena berlangsung tanpa adanya penonton.

Artikel Asli