7 Momen Tak Terlupakan di Piala AFF, Salah Satunya Kutukan Indonesia di Final

Olahraga | sindonews | Published at Rabu, 08 Desember 2021 - 22:35
7 Momen Tak Terlupakan di Piala AFF, Salah Satunya Kutukan Indonesia di Final

JAKARTA - Piala AFF 2020 menjadi ajang prestisius yang punya segudang cerita menarik. Sejak digelar pertama kali tahun 1996 -saat itu masih bernama Piala Tiger, timnas Indonesia selalu gagal mengangkat trofi.

Dibanding turnamen internasional lain, Piala AFF yang kontestannya negara-negara di Asia Tenggara, sejatinya merupakan ajang yang gelarnya paling mungkin diraih timnas Indonesia. Nyatanya, Merah Putih selalu bernasib buruk saat tiba di final.

Indonesia sudah lima kali mencapai partai puncak, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016, tetapi selalu menemui kegagalan. Tentunya, publik sepak bola nasional berharap Piala AFF 2020 yang digelar tahun ini bisa dimenangkan Skuad Garuda.

Berikut 7 momen unik dalam sejarah Piala AFF:

1. Partisipasi Tunggal Brunei Darussalam

Brunei Darussalam baru satu kali berpartisipasi sepanjang gelaran Piala AFF, yakni pada edisi pertama tahun 1996. Pada edisi berikutnya, Brunei menolak ikut karena turnamen yang masih bernama Piala Tiger didukung perusahaan bir Tiger sebagai sponsor. Setelah itu, Brunei berulang kali gagal tampil di Piala AFF, salah satunya pada edisi 2010 ketika mereka mendapat sanksi FIFA. Tahun ini Brunei kembali absen akibat wabah virus corona.

2. Petaka Timnas Indonesia di Final

Sebagai negara yang besar, Indonesia sangat berambisi memenangi trofi Piala AFF, tetapi selalu gagal di final. Petaka menghantui sejak timnas Indonesia lolos ke final pada 2000. Saat itu Uston Nawawi dkk takluk di tangan Thailand dengan skor telak 1-4 di Rajamangala Stadium, Bangkok.

Di edisi berikutnya, tahun 2002, timnas Indonesia kembali berjumpa Thailand di partai final. Sayang, Merah Putih gagal menuntaskan dendam meski laga digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Saat itu Yaris Riyadi dkk takluk lewat drama adu penalti.

Pada edisi tahun 2004, timnas Indonesia kembali melesat ke final setelah menyingkirkan Malaysia di babak empat besar. Namun lagi-lagi, Merah Putih gagal membawa pulang gelar. Bermain dengan sistem dua leg di laga puncak, Ilham Jaya Kesuma dkk takluk melawan Singapura dengan agregat 2-5. Kekalahan ini menegaskan Indonesia sebagai spesialis runner up karena gagal di final dalam tiga edisi berturut-turut.

Timnas Indonesia kembali lolos ke babak final pada Piala AFF 2010. Namun, seperti sebuah kutukan, Merah Putih kembali menemui kegagalan. Saat itu Indonesia kalah dengan agregat 2-4 melawan musuh bebuyutan, Malaysia. Di leg pertama, Indonesia menelan kekalahan 0-3 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, setelah pemain diganggu serangan laser dari suporter Malaysia.

Untuk kali kelima, timnas Indonesia mencapai final Piala AFF di edisi 2016. Namun, lagi-lagi Merah Putih harus menelan hasil mengecewakan setelah takluk dengan agregat 2-3 di tangan Thailand. Hasil ini bukan cuma menandai kutukan Indonesia di final Piala AFF, melainkan pula menegaskan dominasi Thailand di ajang ini.

3. Dominasi Thailand

Thailand mendominasi Piala AFF sejak edisi pertama tahun 1996. Sejak saat itu skuad Gajah Perang telah mengoleksi lima gelar masing-masing pada edisi 1996, 2000, 2002, 2014, dan 2016. Thailand juga tiga kali menjadi runner up (2007, 2008, 2012) yang membuat mereka didapuk sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala AFF.

4. Sepak Bola Vietnam Pasca-perang

Piala AFF 1996 juga menjadi monumen sejarah tersendiri buat Vietnam, sebab kompetisi tersebut menandai kembalinya sepak bola setempat setelah dilanda perang berkepanjangan. Meski gagal juara, Vietnam membuat publik pencinta sepak bola dunia angkat topi karena finis di peringkat ketiga seusai mengalahkan timnas Indonesia.

5. Singapura Tak Tersentuh Kekalahan

Singapura berhasil menjadi juara Piala AFF 1998 setelah tak tersentuh kekalahan. Selama tampil di fase penyisihan grup, skuad asuhan Barry Whitbread mencetak dua kemenangan dan sekali imbang. Sejak awal, timnas Singapura langsung tancap gas. Mereka berhasil melangkah begitu jauh untuk meraih trofi pertama mereka di kompetisi Piala AFF 1998 setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0 di final.

6. Skandal Sepak Bola Gajah Edisi 1998

Piala Tiger 1998 adalah momen kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Di laga ketiga fase grup, timnas Indonesia terbukti terlibat sepak bola gajah ketika menghadapi Thailand. Dalam kedudukan imbang 2-2, Mursyid Effendi mencetak gol bunuh diri yang membuat Thailand unggul 2-3.

Motif menghindari Vietnam di semifinal diduga sebagai alasan timnas Indonesia dan Thailand enggan menang di partai terakhir penyisihan, hingga akhirnya memilih memainkan sepak bola gajah. Mursyid Effendi kemudian dijatuhi sanksi berupa larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola seumur hidup oleh Konfederasi Sepak bola Asia (AFC).

7. Gol Emas Gendut Doni

Pada gelaran Piala Tiger 2000, timnas Indonesia terlibat pertarungan sengit melawan Vietnam untuk berebut tiket final. Ketatnya laga membuat kedua tim bermain sama kuat 2-2 hingga pertandingan terpaksa berlanjut ke babak tambahan. Saat itu regulasi sepak bola masih menganut sistem silver goal dan golden goal. Pada menit ke-120, Gendut Doni mencetak gol emas yang mengakhiri perlawanan Vietnam. Gol yang lahir lewat kaborasi cantik Kurniawan Dwi Yulianto itu dianggap sebagai salah satu momen klimaks dalam sejarah Piala AFF (Tiger Cup) 2000.

Artikel Asli