Herry IP Tidak Ingin Selalu Andalkan Marcus/Kevin di Ganda Putra

Olahraga | sindonews | Published at Senin, 06 Desember 2021 - 03:20
Herry IP Tidak Ingin Selalu Andalkan Marcus/Kevin di Ganda Putra

NUSA DUA - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi berharap tidak selalu bertumpu kepada Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Dia ingin yang lain juga bisa diandalkan.

Selama tiga turnamen di Indonesia Badminton Festival 2021, Tim Merah Putih hanya bisa menggondol satu gelar. Itu dipersembahkan Marcus/Kevin yang juara di Indonesia Open 2021.

Pada dua turnamen lain yakni Indonesia Masters dan BWF World Tour Finals 2021, Marcus/Kevin juga menembus partai puncak. Namun, mereka harus puas dengan titel runner-up.

Wakil Merah Putih lain yang bisa masuk final adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga di Indonesia Open. Tapi, ganda putri itu gagal juara.

Herry IP menyatakan tidak ingin hanya mengandalkan Marcus/Kevin di ganda putra. Dia berharap ada pasangan lain yang bisa menonjol. Ini agar beban tertuju semuanya kepada The Minions.

"Sebenarnya saya berharap bisa ada yang lain. Akan tetapi masih belum bisa dan butuh waktu, butuh proses supaya tidak hanya mengandalkan Marcus/Kevin," ungkap Herry di Bali International Convention Centre.

Kini, Herry IP juga akan mencoba untuk menaruh harapan besar kepada pasangan-pasangan muda yang telah ikut bersaing di berbagai turnamen kelas atas pada tahun ini.

Sebut saja seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

"Kita ada tiga pasang, Pram/Yere, Leo/Daniel, dan Bagas/Fikri, tahun ini mereka baru main di level atas. Biasanya cuma main di 100, 300. Sekarang mereka sudah main di 500 sampai 1000," jelas Herry IP.

"Mereka harus lebih sering main lawan 10 besar dunia, supaya bisa mencoba seberapa jauh kemampuan mereka melawan pemain top dunia. Karena selama latihan di Indonesia kan sudah ketemu Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, Fajar/Rian."

"Kita butuh pemain-pemain negara lain yang 10 besar dunia untuk melawan mereka, supaya saya sebagai pelatih bisa mengukur kemampuan mereka. Saya maunya lebih cepat untuk sejajarkan mereka dengan pemain top," pungkasnya.

Artikel Asli