Dari Trofi Ballon dOr ke Kursi Presiden, Ini Sosok Humanis George Weah

Olahraga | sindonews | Published at Selasa, 30 November 2021 - 21:01
Dari Trofi Ballon dOr ke Kursi Presiden, Ini Sosok Humanis George Weah

PARIS - George Weah pertama kali meraih trofi Ballon dOr pada tahun 1995. Semasa aktif sebagai pemain, Weah terkenal cemerlang di lapangan dan punya rasa humanisme yang besar, khususnya untuk nasib masyarakat di Afrika.

Weah selalu berprestasi di tiap klub yang dibelanya. Namun, baru bersama AC Milan dia mencapai puncak kariernya hingga dikenal dunia. Bersama I Rossoneri, George Weah meraih dua gelar Serie A dan penghargaan pemain terbaik dunia FIFA dan Ballon d'Or 1995.

Meski sukses di level klub dan individu, Weah tak mampu membawa kesuksesan bagi Timnas Liberia. Dia bahkan tak mampu membawa negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia.

Weah mengawali karier profesionalnya bersama AS Monaco pada musim 1988/1992. Bersama AS Monaco, dia mengoleksi 47 gol dari 103 pertandingan. Setelahnya pindah ke Paris Saint-Germain di musim 1992 dan bermain selama tiga musim. Weah berhasil mengoleksi 32 gol dari 103 pertandingan.

Lewat aksinya bersama dua klub raksasa klub Liga Prancis tersebut, nama Weah kian mencuat di dunia sepak bola. Hingga akhirnya AC Milan tertarik untuk memakai jasa penyerang asal Liberia tersebut pada musim 1995/2000.

Weah berhasil menunjukkan penampilan apiknya, terbukti di musim pertamanya dia berhasil mengantarkan AC Milan meraih gelar Scudetto dibawah asuhan Fabio Capello. Kehebatan Weah di musim 1995/1996 serta penampilan impresifnya membuat dia dinobatkan sebagai peraih Ballon dOr.

Kemudian Weah mulai malang melintang ke klub besar Eropa seperti Chelsea, Manchester City , dan Olympique Marseille. Hingga akhirnya di tahun 2001, dia membela klub Uni Emirat Arab, Al Jazeera FC. Di klub ini lah Weah memutuskan untuk gantung sepatu di tahun 2003.

Namun nampaknya kesuksesan Weah tidak sampai di situ saja. Jika menjadi satu-satunya pemain sepak bola Afrika yang menerima Ballon d'Or bagi banyak orang adalah hal luar biasa, maka Weah telah melakukan hal yang lebih luar biasa lagi.

Dia berhasil menjadi satu-satunya pesepak bola profesional yang menjabat sebagai presiden. Ya, Weah saat ini merupakan presiden dari negaranya, Liberia. Dia berhasil memenangkan pemilihan umum Liberia pada 2017 mengalahkan pesaingnya, Joseph Boakai. Saat itu, dia menggantikan posisi Ellen Johnson Sirleaf di kursi presiden.

Semasa mudanya, Weah memang dikenal sebagai sosok yang humanis. Hal itu terbukti dari penghargaan FIFA Fair Play Award pada 1996. Pesepak bola yang juga pernah meraih FIFA World Player of The Year (1996) dan tiga kali pemain terbaik Afrika ini terkenal dalam memperjuangkan nasib negaranya yang kerap dilanda konflik.

Setelah pensiun, Weah menjadi Duta Besar Niat Baik PBB (UN Goodwill Ambassador). Pada ESPY Awards 2004 di Kodak Theater, Los Angeles, Weah memenangkan Arthur Ashe Courage Award atas usaha kemanusiaannya.

Dia juga dinobatkan sebagai Duta Niat Baik UNICEF, peran yang telah ditangguhkan dalam karier politiknya setelah pensiun. Di luar lapangan sepak bola, dia menonjol sepanjang kariernya atas inisiatifnya untuk melawan rasisme dalam permainan.

Selain sudah sangat dikenal luas rakyat Liberia, sikap kemanusiaan Weah yang tinggi membuatnya makin dicintai. Hal inilah yang membawanya pada panggung politik. Dia kini tergabung dalam Congress for Democratic Change sebuah partai setempat. Weah tinggal di Executive Mansion, yakni kediaman resmi untuk Presiden Liberia.

Weah memiliki tiga orang anak dari istrinya, Clar Weah. Dua dari anaknya, yakni George Weah dan Timothy Weah meneruskan kariernya sebagai pesepak bola profesional dan bahkan bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG).

Artikel Asli