Terlalu Euforia Bikin Barito Putera Merana, Ini Pelajaran dari Arema FC

Olahraga | indosport.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 15:51
Terlalu Euforia Bikin Barito Putera Merana, Ini Pelajaran dari Arema FC

INDOSPORT.COM - Terlalu merayakan euforia membuatBarito Putera harus merana dan takluk dari Arema FC, dalam lanjutan Liga 1 2021-2022, Selasa (23/11/21) malam lalu.

Meski sudah memberikan perlawanan yang maksimal, Barito Putera harus takluk dengan skor tipis 1-2 atas skuat Singo Edan, pada pekan ke-13 Liga 1 2021-2022.

Awalnya, kedua tim saling menyerang, tapi juga memiliki pertahanan yang kuat, belum tercipta gol dan skor 0-0 di babak pertama.

Namun, Bagas Kaffa dianggap melakukan pelanggaran pada Hanif Sjahbandi di kotak penalti Barito Putera, meski tanpa sentuhan yang berarti. Ia pun diganjar kartu kuning.

Hadiah penalti untuk Arema FC dieksekusi dengan baik oleh striker asing asal Portugal, Carlos Fortes. Gol pertama dari Singo Edan menambah tensi permainan menjadi panas.

Peluang emas akhirnya didapat oleh Barito Putera di menit ke-85. Memanfaatkan bola dari tendangan bebas yang disundul oleh Azamat Baimatov ke pertahanan Arema.

Bola disambut dengan baik oleh Cassio de Jesus. Tanpa banyak sentuhan, Cassio pun melesakkan gol ke gawang Adilson Maringa. Skor imbang 1-1 jelang akhir pertandingan.

Tak pelak, pemain Barito menyambut gol tersebut dengan euforia, sebab cukup sulit menjebol gawang Arema FC. Namun, hal itu justru menjadi petaka, tiga menit berselang.

Gol dari Muhammad Rafli di menit ke-88 membuat skuat Barito Putera harus ikhlas menelan kekalahan dari Arema FC dengan skor 1-2, di lega pekan ke-13 Liga 1 2021-2022.

Terkait kekalahan ini, pemain muda Barito Putera, Ardiansyah Pramesthu, tidak bisa menutupi kekecewaannya. Sebab, ia tahu jika euforia berlebih membuat timnya kalah.

"Gol kedua Arema terjadi karena hilangnya fokus anak-anak, karena euforia setelah kami mencetak gol," ungkap Ardiansyah dalam sesi konferensi usai pertandingan.

Hal ini memperpanjang rekor buruk Barito Putera yang seringkali kebobolan di menit akhir pertandingan, bahkan tak jarang membuat tim gagal meraih tiga poin.

"Kebobolan di menit-menit akhir, masih menjadi misteri bagi tim kami," ungkap gelandang muda yang akrab disapa Bagor itu.

Artikel Asli