Cerita soal Pawang Hujan dan Kawanan Copet Internasional yang Mengiringi WSBK di Mandalika

Olahraga | skor.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:15
Cerita soal Pawang Hujan dan Kawanan Copet Internasional yang Mengiringi WSBK di Mandalika

SKOR.id - Seri pamungkas WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika telah rampung pada Minggu (21/11/2021) namun cerita seputar event tersebut masih bergulir.

Toprak Razgatlioglu mengamankan gelar juara WSBK 2021, sekaligus menjadi gelar perdana pria asal Turki tersebut dalam ajang ini.

Menariknya, kisah-kisah di luar balapan masih jadi pembahasan. Dua di antaranya, cerita soal pawang hujan dan copet internasional.

Pawang hujan laporkan warganet yang mengolok dirinya

Seperti diketahui, gelaran WSBK Indonesia di Sirkuit Mandalika terkendala hujan deras. Bahkan, hingga membuat lomba mengalami penundaan.

Panitia memutuskan untuk menunda Race 1 dan meniadakan sesi balapan Superpole karena hujan yang mengguyur Sirkuit Mandalika dan sekitarnya.

Bak sudah lazim di Indonesia, warganet lantas mengaitkannya dengan keberadaan pawang hujan yang biasa dihadirkan jika ingin menggelar acara besar.

Mereka membahas kualitas pawang hujan yang kabarnya disewa panitia karena gagal menahan hujan di Sirkuit Mandalika. Bahkan hingga mengacaukan jadwal.

Seorang warganet membuat cuitan di Twitter dengan menyertakan foto pawang hujan di Lombok, Damai Santoso alias Amaq Daud.

Damai, yang tidak terima fotonya dicatut sebagai "pawang yang gagal", kemudian melaporkan akun Twitter tersebut ke polisi.

"Saya tak pernah diminta sebagai pawang hujan oleh penyelenggara balapan. Tapi kenapa foto saya ditampilkan seolah-olah saya pawang saat balap?" ujarnya.

"Foto saya yang dipajang itu waktu Pak Jokowi (Joko Widodo, Presiden RI) datang. Memang, waktu itu saya disuruh sebagai pawang hujan, tapi bukan saat balapan."

"Sebenarnya saya tidak masalah tapi banyak dari keluarga yang merasa nama baiknya dicemarkan atas olok-olokan di postingan itu," tambahnya.

Kini, laporan dari Damai tengah diproses oleh Polres Lombok Tengah dengan delik aduan pencemaran nama baik.

Sindikat copet internasional yang menyasar Sirkuit Mandalika diringkus

Berita yang tak kalah menggemparkan adalah tertangkapnya sindikat copet asal Jakarta yang mencuri telepon genggam penonton.

Empat pelaku yang ternyata memiliki hubungan kekerabatan itu tertangkap melakukan pencurian di tribun tiket hijau tosca.

Aksi yang diduga sudah terencana itu dikuatkan dengan temuan barang bukti berupa empat unit telepon genggam masing-masing iPhone (1) dan Samsung (3).

Selidik punya selidik, keempat pelaku merencanakan aksi untuk MotoGP 2022 dan menggandeng sesama copet dari Malaysia, Turki, Thailand, Singapura, dan Filipina.

"Mereka jaringan copet internasional. Biasa main di wilayah Batam dan pernah beraksi di Makau, Sirkuit Sepang, dan Singapura," kata Ditreskrimum Polda NTB, Hari Brata, dikutip dari Antara.

Namun, kelompok ini bukan satu-satunya yang beraksi pada WSBK Indonesia. Polres Lombok Tengah mengamankan kelompok kedua, juga beranggotakan empat orang.

Berbeda dari kelompok pertama yang beraksi di sirkuit, kelompok ini terjun di Epicentrum Mataram Mall dengan korban salah seorang wartawan Jepang.

Juara WSBK 2021, Toprak Razgatioglu Gunakan Nomor 1 Musim Depan

Scott Redding: WSBK Indonesia adalah Salah Satu Balapan Terbaik

&
Artikel Asli