KONI dan PBESI Dukung eSports Jadi Ladang Prestasi

Olahraga | sindonews | Published at Kamis, 25 November 2021 - 03:30
KONI dan PBESI Dukung eSports Jadi Ladang Prestasi

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan ekosistem eSports di Indonesia. Sebab, ini sebagai salah satu cabang olahraga prestasi terus digencarkan.

Melalui Piala Presiden eSports 2021, ajang ini terus bermunculan atlet-atlet potensial yang kemudian memiliki jenjang karir yang jelas di industri eSports.

Talenta-talenta inilah yang akan terus digali dan dibina agar terus berprestasi dan keharuman nama bangsa di kemudian hari.

Hal serupa juga dilakukan agar tim-tim eSports profesional Indonesia dapat terus memiliki sistem kompetisi yang jelas supaya bisa terus hidup dan berkembang.

Sekretaris Jenderal KONI Pusat TB Ade Lukman mengatakan KONI dan PBESI di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyiapkan desain pembinaan dan pengembangan ekosistem dan atlet eSports, agar ke depan mampu mendulang prestasi yang membanggakan di berbagai ajang kejuaraan baik regional maupun dunia.

"Kami melihat eSports ke depan akan segera masuk ke olimpiade juga. Jadi eSports ini harus kita persiapkan dengan baik, sehingga ketika nanti dipertandingkan kita betul-betul sudah siap. Atlet-atlet kita sudah banyak menjuarai tingkat Asia, bahkan juga dunia," terang Ade Lukman.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan KONI bersama PBESI telah menetapkan sejumlah target jangka panjang maupun jangka pendek terkait prestasi-prestasi yang bisa diraih oleh atlet-atlet eSports Tanah Air di ajang regional.

"Tahun 2022 akan ada SEA Games di Vietnam dan eSports menjadi cabor yang dipertandingkan. Kita harapkan tim eSports kita nantinya memberikan sumbangsih medali di SEA Games. Kemudian di September ada Asian Games di Hangzhou juga ada eSports, tentu harapan kami eSports juga berikan prestasi di situ," ungkap Ade.

Hal serupa dikemukakan Kabid Humas dan Komunikasi PBESI Ashadi Ang. Meski baru terbentuk pada Januari tahun lalu, PBESI telah bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan serta roadmap pengelolaan eSports secara terstruktur dan berjenjang.

Dari sisi pembinaan, Ashadi mengatakan, PBESI tengah menyusun kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar memasukan eSports sebagai ekstrakurikuler pendidikan di tingkat SMP, SMA, dan SMK.

Selanjutnya PBESI juga tengah menyiapkan rencana untuk membangun eSports training centre yang menjadi pemusatan latihan bagi para atlet eSports baik di tingkat Pelatnas maupun Pelatda.

Dalam hal talent scouting, PBESI juga sedang mempersiapkan yang disebut sistem poin eSports nasional, sebagai indikator untuk menentukan atlet-atlet eSports yang bisa masuk ke Pelatnas.

Hal ini nantinya akan diperkuat juga dengan sistem kompetisi nasional yang terdiri dari Liga 1, Liga 2, Liga Amatir maupun kejuaraan-kejuaraan lainnya baik mayor dan minor serta turnamen level komunitas.

"Kita ingin menciptakan ekosistem eSports yang adil, merata, terstruktur, dan berkesinambungan. Sebelumnya di PON kita sudah berhasil mempertandingkan eSports di Papua dan antusiasmenya sangat luar biasa," papar Ashadi.

"Jadi kita yakin bahwasanya eSports tidak melulu hanya di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, tapi ini akan mencakup keseluruhan di Tanah Air," lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Piala Presiden eSports 2021, Matthew Airlangga menyatakan optimismenya bahwa ajang Piala Presiden eSports menjadi batu lompatan penting bagi pengembangan eSports sebagai ladang prestasi generasi muda Indonesia.

Dia menyebut, sejak diselenggarakan perdana pada 2019, ajang ini telah menjadi barometer dalam melihat perkembangan eSports di Indonesia.

Turnamen Piala Presiden eSports 2021 telah menyelesaikan babak kualifikasi tertutup dan akan segera memasuki babak kualifikasi terbuka sebelum akhirnya masuk ke babak grand final di Nusa Dua, Bali, pada Desember mendatang.

Total tidak kurang dari 130 ribu atlet eSports berpartisipasi dari berbagai daerah di Indonesia dan telah lebih dari tiga ribu pertandingan terlaksana.

"Persaingannya sangat menarik dan kompetitif menurut kami karena di babak open qualifier ini akan mempertemukan atlet dan tim eSports dari berbagai kategori baik yang amatir, semi pro, maupun profesional, untuk memperebutkan tiket ke grand final," ungkap Matthew.

Di sini kita bisa melihat bahwa tim amatir maupun semi profesional bisa memberikan tekanan-tekanan kepada tim yang lebih mapan. Jadi sudah sangat ketat sekali persaingannya mendekati puncaknya nanti di Desember," ujarnya .

Artikel Asli