Loading...
Loading…
5 Laga Tak Terlupakan Liverpool vs Chelsea

5 Laga Tak Terlupakan Liverpool vs Chelsea

Olahraga | skor.id | Kamis, 14 Mei 2020 - 15:50
Rivalitas Liverpool dan Chelsea adalah contoh dari rivalitas sepak bola yang baru muncul pada masa modern.

Dahulu, laga Liverpool kontra Chelsea tak bisa dibilang laga besar yang dinanti-nanti banyak orang seperti saat ini. Kedua klub berjalan masing-masing, di ibu kota dan di Barat Laut Inggris, dengan sesekali bertemu pada partai sepak bola.

Memang, ada beberapa laga besar, seperti semifinal Piala FA 1965, atau saat Kenny Dalglish membawa Liverpool juara Liga Inggris di kandang Chelsea pada 1986, tetapi laga kedua tim belum bisa disebut sebagai rival.

Berita Liverpool Lainnya: 5 Laga Tak Terlupakan Liverpool vs Manchester United

Rivalitas kedua tim baru muncul pada masa modern, tepatnya setelah tahun 2003, setelah Roman Abramovich mengakuisisi Chelsea dan rumor tentang hengkangnya Steven Gerrard ke Chelsea berembus kencang.

Tahun 2003, Chelsea berhasil meraih tiket lolos ke Liga Champions dengan mengalahkan Liverpool. Beberapa pekan kemudian, Abramovich resmi jadi pemilik Chelsea.

Jose Mourinho yang sempat dikaitkan dengan pos kepelatihan Liverpool, merapat ke Chelsea pada 2004. Musim panas yang sama, Gerrard dikaitkan erat dengan kepindahan ke Chelsea. Dua hal itu yang membuat rivalitas kedua tim mulai membara.

Dalam satu dekade selanjutnya, laga Liverpool dan Chelsea selalu panas. Entah pertemuan di Liga Champions yang hampir terjadi tiap tahun, gigitan Luis Suarez kepada Branislav Ivanovic, hingga gol-gol penuh kontroversi.

Skor.id coba merangkum lima laga paling tak terlupakan antara Liverpool dan Chelsea, berikut ini daftarnya:

5. Liverpool 2-3 Chelsea, 27 Februari 2005 (Final Piala Liga Inggris)

Laga ini jadi puncak pertama rivalitas Liverpool dengan Chelsea yang dimulai musim itu, dengan Chelsea berhasil meraih gelar Piala Liga Inggris.

Berlangsung di Cardiff, Liverpool unggul cepat dalam 45 detik lewat gol John Arne Riise yang justru disamakan Chelsea lewat gol bunuh diri Gerrard, pemain yang saat itu masih terus dikaitkan dengan kepindahan ke Chelsea.

Setelah laga berakhir 1-1 pada waktu normal, gol Didier Drogba dan Mateja Kezman membuat Chelsea keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Rivalitas memanas justru karena apa yang dilakukan Mourinho di luar lapangan. Ia sempat menunjukkan gestur menyuruh fan Liverpool "untuk diam" setelah Chelsea jadi juara.

4. Chelsea 3-2 Liverpool, 30 April 2008 (Semifinal Liga Champions)

Chelsea selalu tersingkir dari Liverpool dalam dua pertemuan semifinal di Liga Champions sebelumnya, pada 2005 dan 2007. Hal yang dibalas Chelsea pada laga ini.

Pada pertemuan pertama di Anfield, Liverpool tampak akan menang sebelum gol bunuh diri Riise pada menit ke-94 dan laga berakhir imbang 1-1.

Pada pertemuan kedua di Stamford Bridge, laga juga berkesudahan 1-1 dengan gol dari Drogba dan Fernando Torres, laga berlanjut ke babak tambahan.

Frank Lampard mencetak gol pada menit ke-98, hanya satu hari setelah ibunya meninggal. Gol Drogba melengkapi kemenangan Chelsea yang hanya dibalas Liverpool lewat Ryan Babel.

Chelsea akhirnya bisa melangkahi Liverpool di Liga Champions dengan kemenangan agregat 4-3.

3. Chelsea 4-4 Liverpool, 14 April 2009 (8 Besar Liga Champions)

Semusim berselang, Liverpool dan Chelsea kembali bertemu, kali ini pada babak delapan besar Liga Champions, hal yang saat itu sudah seperti jadi kebiasaan dengan kedua tim bertemu setiap musim.

Pada partai pertama di Anfield, Liverpool harus rela kalah 1-3 lewat dua gol Ivanovic dan satu gol Drogba. Pada partai kedua di kandang Chelsea, laga berubah jadi hujan gol.

Liverpool mencetak dua gol lebih dahulu dan seperti akan menang sebelum pelatih Guus Hiddink memasukkan Nicolas Anelka.

Chelsea kemudian langsung mencetak tiga gol, Liverpool membalas lagi dua gol, sebelum Lampard menutup laga dengan skor 4-4.

The Blues kembali berhasil menang atas rival mereka, kali ini dengan agregat gol 7-5.

2. Liverpool 1-0 Chelsea, 3 Mei 2005 (Semifinal Liga Champions)

Ini merupakan puncak rivalitas pada musim itu setelah dua pertemuan di liga, satu laga final Piala Liga Inggris, dan pertemuan pertama semifinal Liga Champions yang berakhir 0-0.

Pada partai kedua yang dihelat di Anfield, Luis Garcia langsung membuat Liverpool unggul pada menit keempat.

Masalahnya, tak ada yang benar-benar tahu apakah bola sudah melewati garis atau belum, bahkan tayangan ulang tak bisa memberikan jawaban pasti.

Mourinho kemudian mengatakan bahwa itu adalah "gol hantu". Mourinho yang musim sebelumnya juara bersama Porto, harus menyudahi mimpinya di Liga Champions, kali ini bersama Chelsea.

Semakin membuat luka bagi Chelsea, Liverpool berhasil juara setelah di final mengalahkan AC Milan di Istanbul dalam salah satu laga paling terkenal di Liga Champions sepanjang masa.

1. Liverpool 0-2 Chelsea, 27 April 2014 (Liga Inggris)

Pada 2013 atau semusim sebelumnya, Luis Suarez sempat terlibat insiden gigitan terhadap Ivanovic, hal yang tak begitu jadi perhatian pada laga ini.

Masalahnya, dua pekan sebelum laga ini Liverpool berhasil mengalahkan Manchester City dan saat itu jadi yang terdepan untuk bisa jadi juara Liga Inggris.

Laga ini adalah pekan ke-36 musim itu, artinya Liverpool kurang menang tiga kali lagi sebelum resmi meraih juara Liga Inggris, yang pertama dalam 24 tahun.

Jose Mourinho sebagai pelatih menurunkan tim lapis kedua, mengingat Chelsea akan menghadapi laga semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid dan mereka sudah tak punya kepentingan di Liga Inggris.

Semua seperti berjalan lancar sampai tambahan waktu babak pertama. Gerrard mengalami insiden terpeleset, Demba Ba merebut bola, dan Liverpool kebobolan.

Berita Chelsea Lainnya: 5 Laga Tak Terlupakan Chelsea vs Arsenal: Dendam Abadi di Tanah London

The Reds tak pernah bisa bangkit dari insiden ini, pada laga itu mereka kalah 0-2 dengan tambahan gol dari Willian.

Pada pekan berikutnya, Liverpool juga harus bermain imbang 3-3 dengan Crystal Palace, hal yang membuat mereka gagal jadi juara liga Inggris musim itu.

Semua berawal dari insiden terpelesetnya sang kapten yang hingga kini masih terus jadi perbincangan.

Original Source

Topik Menarik