Timnas Menjelma Jadi Tim Super, akan `Perang` di IBL 2022

Olahraga | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 16:23
Timnas Menjelma Jadi Tim Super, akan `Perang` di IBL 2022

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim lalu Timnas Elite Muda yang membawa nama Indonesia Patriots, mampu memberikan perlawanan sengit kepada lawan-lawannya di Indonesian Basketball League (IBL).

Bahkan saat menghadapi tim papan atas Ali Bagir dan kawan-kawan mampu mengimbanginya. Untuk musim depan, Indonesia Patriots pun siap bersaing meskipun 15 peserta IBL lainnya akan diperkuat oleh pemain asing yang tadi malam, Rabu (10/11) telah dipilih klub.

Manajer Timnas Elite Muda, Andi Poedjakesuma atau yang akrab disapa Andi Batam ketika dihubungi republika.co.id, Kamis (11/11) menyatakan, timnas yang bermaterikan pemain muda penuh talenta siap memberikan perlawanan.

"Memang kalau dilihat kekuatan musim depan klub IBL pasti akan lebih kuat karena adanya dua pemain asing. Tetapi kita siap memberikan perlawanan. Ini juga bagus untuk memberikan pengalaman kepada pemain muda kita," kata Batam.

Musim lalu, lanjut Batam, pemain muda timnas tidak kalah dengan pemain senior. "Mereka tampil berani walaupun yang dihadapi adalah senior mereka. Musim depan pebasket masa depan Indonesia ini akan berhadapan dengan pemain asing. Harapan kita tentu saja bisa mengeluarkan permainan terbaiknya."

Apalagi secara postur, menurut Batam, materi timnas muda kali ini lebih baik dibanding musim lalu. "Kalau dari rata-rata tinggi pemain Timnas Elite Muda kita kali ini dikisaran 191cm. Ini lebih baik dari musim lalu. Jika dipoles dan diberi kesempatan mereka bisa berkembang dan jadi harapan di masa depan."

Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) melalui pelatih kepala Timnas Elite Muda yakni Milos Pejic sudah melakukan dua tahap seleksi. Hasilnya, 24 pebasker termasuk dua pemain Senegal yang sudah dinaturalisasi, Dame Diagne dan Serigne Modou Kane, akan melanjutkan pelatihan nasional (pelatnas). Nantinya, hanya akan diambil 17 pemain untuk masuk rooster IBL.

Dari 24 nama tersebut ada sejumlah pemain yang masuk rookie rekomendasi klub IBL musim depan. Diantaranya Ali Bagir (Satria Muda Jakarta) dan Mikail Jaydra (Hangtuah Jakarta).

Menurut Wakil Ketua Pengurus Pusat Perbasi Bidang Pembinaan dan Prestasi George Fernando Dendeng kepentingan nasional haruslah diutamakan. "Kalau dibutuhkan timnas, klub harus merelakan. Begitu juga pihak kampus. Timnas harus diutamakan," kata sosok yang juga merupakan Direktur Timnas Elite Muda ini.

Timnas Elite Muda tersaring dari proses seleksi yang berlangsung dua tahap, pertama digelar di GMC Arena Cirebon pada 15-19 Oktober 2021. Seleksi kala itu diikuti 25 pemain muda dari 10 provinsi di Indonesia. Kemudian tahap kedua menyaring di DBL Arena Surabaya pada 4-6 November 2021.

Dari dua tahap seleksi tersebut, Pelatih Milos Pejic mendapatkan 24 pemain muda sesuai kriteria yang diinginkan. Mereka kemudian akan dibentuk dan disatukan dalam latihan. Namun para pemain tidak boleh santai karena tidak semua pemain bisa masuk dalam kuota untuk main di IBL Pertamax.

"Sisanya akan jadi tim lapis ketiga berikutnya yang secara kontinyu akan berlatih bersama dan dipantau terus perkembangannya," kata George.

George mengatakn, dari sekian nama yang lolos seleksi masih akan dilihat lagi. Menurut dia, Milos Pejic masih penasaran. Terutama untuk kualitas Armando Fredik Yegiwar Kaize (Papua) dan Renard Ichtus Hernando (Banten).

Ia berharap, dengan diikutsertakan dalam kompetisi IBL Pertamax, para pemain timnas bisa mendapatkan kesempatan bermain yang banyak sehingga kapanpun siap saat dibutuhkan untuk memperkuat timnas senior.

"Kami sudah memberikan nama-nama terbaik di kategori usia ini kepada Coach Milos. Sehingga yang terpilih saat ini adalah yang terbaik yang ada pada saat seleksi. Perlu diingat bahwa dalam prosesnya timnas ini juga menerapkan sistem promosi dan degradasi. Jadi apabila ada pemain yang tidak main dengan baik bisa digantikan pemain lain di kemudian hari," kata George.

DAFTAR LOLOS SELEKSI TIMNAS ELITE

1. Julian Alexandre Chalias (Bali)

2. Anak Agung Gede Agung (Bali)

3. Gede Algy Wimbardy (Bali)

4. Renard Ichtus Hernando (Banten)

5. Mikail Jaydra (DKI Jakarta)

6. Aldy Izzatur Rahman (DKI Jakarta)

7. Ali Bagir Wayarabi Alhadar (DKI Jakarta)

8. Aaron Nathanael (DKI Jakarta)

9. Dewantara Lintar Yanuar (DKI Jakarta)

10. Likemo Deo (Jawa Barat)

11. M. Nabizar Attila Taqwa (Jawa Tengah)

12. Mario Davidson (Jawa Tengah)

13. Aven Ryan Pratama (Jawa Timur)

14. Daniel Salamena (Jawa Timur)

15. Ezra Lapian (Kepulauan Riau)

16. Valentinus Wongso (Kalimantan Barat)

17. Maikel Andreas Cores Baliba (Papua)

18. Rezha Saputra Butarbutar (Papua)

19. Armando Fredik Yegiwar Kaize (Papua)

20. Jacob Lobbu (Sulawesi Utara)

21. Andrew Lensun (Sulawesi Utara)

22. Willyam Beckham Mamahit Pontoh (Sulawesi Utara)

23. Dame Diagne

24. Serigne Modou Kane

Artikel Asli