Evergrande Kolaps, Keuangan Pemilik Inter Makin Berat

Olahraga | republika | Published at Kamis, 11 November 2021 - 10:12
Evergrande Kolaps, Keuangan Pemilik Inter Makin Berat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilik Inter Milan, Suning, bisa berada dalam pukulan finansial yang sangat berat. Sebab raksasa China Evergrande telah gagal bayar dan diperkirakan akan dinyatakan bangkrut Kamis (11/11) ini. Pemilik Suning dan Inter Zhang Jindong menanamkan investasi besar di Evergrande.

Bloomberg mengonfirmasi China Evergrande Group mengalami gagal membayar bunga kepada investor internasional.

Agen screening market Jerman DMSA telah memulai proses pernyataan kebangkrutan, meminta semua investor obligasi untuk bergabung, sehingga pengembang real estat itu kemungkinan akan dinyatakan bangkrut hari ini.

Evergrande sudah melewatkan beberapa tenggat waktu dan perpanjangan pembayaran bunga sebelum gagal lagi.

Ini adalah berita yang sangat buruk bagi Inter, karena pemiliknya Suning memiliki saham senilai 2,6 miliar euro di Evergrande Real Estate.

Sudah ada masalah likuiditas serius di Suning dan ini akan menjadi pukulan lebih lanjut bagi portofolio mereka.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, pemilik Suning dan Inter Zhang Jindong telah kehilangan 2 miliar dolar AS (Rp 28,59 triliun) tahun ini, di mana sekitar setengahnya berasal dari kekayaannya.

Ini akan kembali menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Inter dan rencana mereka untuk menjual klub, terutama dengan minat PIF, dana investasi Saudi yang telah membeli Newcastle United.

Pada Agustus lalu, Suning dilaporkan memiliki utang 840 juta dolar AS. Untuk mencegah kebangkrutan, manajemen klub melego sejumlah pemain bintang berharga mahal dan memilih penggantinya dengan biaya yang lebih moderat untuk membantu neraca keuangan klub.

Belum cukup, Inter berutang kepada Oaktree Capital sebesar 322 juta dolar AS belum termasuk bunga yang akan jatuh tempo pada tiga tahun ke depan. Jika dihitung termasuk dengan bunganya, Suning harus membayar hingga 400 juta dolar AS dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, Suning harus sanggup membayar 440 juta dolar AS hingga Desember 2022.

Artikel Asli