Loading...
Loading…
Empat Klub Baru Bakal Ramaikan Liga 3

Empat Klub Baru Bakal Ramaikan Liga 3

Olahraga | lombokpost | Senin, 25 Oktober 2021 - 14:00

MATARAM -Empat klub baru ditetapkan menjadi calon anggota Asprov PSSI NTB dalam Kongres Biasa Asprov PSSI NTB, kemarin (24/10). Yakni Lombok FC asal Lombok Barat, Galaxy FC asal Kota Bima, PS Hamzanwadi dan Bintang Kejora asal Lombok Timur.

Ketua Asprov PSSI NTB Mori Hanafi mengatakan, sebelum penetapan empat klub menjadi calon anggota Asprov PASI NTB, kongres memutuskan mencabut moratorium penerimaan anggota baru Asprov PSSI NTB yang dikeluarkan pengurus Asprov sebelumnya. Berdasarkan pencabutan itu, kita menerima empat klub baru sebagai calon anggota Asprov, kata dia.

Penerimaan klub baru ini sejalan dengan program Asprov PSSI NTB. Yakni meningkatkan kualitas sepak bola di NTB diperlukan penambahan klub. Jadi penambahan klub di Liga 3 mutlak harus dilakukan untuk kemajuan, jelas dia.

Dengan tambahan empat klub ini, maka peserta kompetisi Liga 3 2021 sebanyak 18 klub. Klub yang akan turun di Liga 3 NTB adalahPS Mataram, PS Daygun, PS Bima Sakti, PS Fatahillah 354, Perslobar, PS Selera, Perslotim, PS Sumbawa Barat, PSKT Sumbawa Barat, Persisum, Persidom, Persebi, PSLT Lombok Tengah, Persekobi, Lombok FC, Galaxy FC, PS Hamzanwadi, dan Bintang Kejora FC.

Penambahan klub baru ini diharapkan kompetisi Liga 3 menjadi lebih baik lagi. Meskipun statusnya masih calon anggota Asprov tapi mereka bisa mengikuti kompetisi. Karena penetapan anggota nanti melalui PSSI Pusat, tegas Mori.

Terkait kompetisi Liga 3, Mori membeberkan akan dimulai 24 November. Kompetisi akan menggunakan mekanisme setengah musim. Artinya ada dua lokasi yang digunakan yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dua tim terbaik dari Pulau Lombok dan dua tim dari Pulau Sumbawa akan bertanding lagi di putaran final Liga 3 provinsi. Peringkat pertama dipastikan lolos ke Liga 3 Nasional.

Tapi ada kesempatan NTB meloloskan dua klub. Yang jelas satu pasti lolos dan tambahannya ditentukan berdasarkan beberapa kriteria yang ditetapkan PSSI Pusat, katanya.

Untuk Liga 3 Nasional, ada 64 klub yang akan bertanding. Sebanyak 34 klub wakil dari 34 provinsi. Sisanya merupakan tambahan yang ditentukan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan.

Dari 64 klub akan diambil 8 klub untuk promosi ke Liga 2. Kami berharap dari NTB ada salah satunya yang promosi ke Liga 2, harapnya.

Meski sudah ditetapkan digelar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, namun lokasi untuk menggelar pertandingan belum diputuskan. Pulau Sumbawa sudah ada dua kabupaten yang ingin menjadi tuan rumah. KSB dan Dompu, tapi ini belum diputuskan, katanya.

Sementara untuk Pulau Lombok masih belum ada keputusan penggunaan lapangan atau klub yang ingin menjadi tuan rumah. Tetapi dipastikan pertandingan Liga 3 Pulau Lombok akan menggunakan dua lapangan. Secara prosedural klub yang ingin jadi tuan rumah harus mengajukan surat kemudian kami akan verifikasi, jelasnya.

Wakil Ketua Asprov PSSI NTB Suhaimi menambahkan penentuan anggota baru Asprov PSSI NTB ini harus memenuhi persyaratan. Yang pertama adalah harus mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Kabupaten (Askab) atau Asosiasi Kota (Askot).

Selanjutnya memenuhi persyaratan lain yaitu lisensi pelatih yakni minimal lisensi C. Kemudian memiliki susunan kepengurusan, akte notaris, homebase dan domisilinya.Nanti tim akan melakukan verifikasi juga persyaratan yang diperlukan tadi, paparnya.

Presiden Lombok FC H Bambang Kristiono (HBK) menyampaikan apresiasi kepada 24 voters yang sudah memberikan kesempatan kepada Lombok FC (LFC) dan tiga klub lainnya diterima sebagai anggota Asprov PSSI NTB. Semoga kami bisa berkontribusi dan terlibat langsung dalam pembinaan pesepakbolaan yang profesional di NTB, katanya.

HBK berkeyakinan sudah saatnya NTB memiliki klub yang mampu dan mau bertarung di level yang lebih tinggi dengan menjunjung tinggi asas fairplay. LFC siap bertarung untuk ke level yang lebih tinggi. Kami siap membuktikan kepada masyarakat NTB bahwa ada klub asal NTB yang mau dan mampu bertarung ke kompetisi lebih tinggi, tutur Anggota DPR RI Dapil NTB ini.

Menurut HBK, untuk menjadikan klub modern dan profesional memang dibutuhkan semangat, keberanian, dan konsentrasi serta biaya yang tidak sedikit. HBK mengaku sempat ditawari mengakuisisi salah satu klub Liga 2, tetapi dirinya ingin membangun sepakbola di NTB. Karena belum ada klub di NTB yang di Liga 2 maka saya mulai dari Liga 3, pungkasnya. (puj/r8)

Original Source

Topik Menarik

{