PON Papua Hormati Kearifan Lokal, Gulat Hanya Gelar Satu Laga

rm.id | Olahraga | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 07:20
PON Papua Hormati Kearifan Lokal, Gulat Hanya Gelar Satu Laga

Hari ketiga kompetisi cabor gulat PON XX Papua, Minggu (10/10/2021) ini, hanya dipertandingkan satu kelas. Perebutan medali emas kelas 76kg gaya bebas putri, yang akan dimulai pukul 13.30 waktu setempat atau 11.30 WIB di GOR Head Sai, Merauke.

Penimbangan berat badan dan waktu pertandingan dimajukan beberapa jam lebih cepat. Hal ini dilakukan untuk menghormati kearifan lokal di mana mayoritas penduduk kota Merauke beribadah di gereja pada hari Minggu.

Disepakati hanya satu menggelar satu pertandingan, yang sekaligus medali terakhir dari enam kelas di kelompok putri. Perebutan 12 medali emas di kelompok putra, masing-masing dari kategori enam kelas gaya bebas putra dan enam kelas gaya grego putra, dilangsungkan mulai Senin (11/10) siang.

Duel di kelas 76kg putri berpotensi menyajikan laga yang sangat keras dan menarik. Di kelas ini, favorit utamanya adalah pegulat Kalimantan Selatan, Rahma Syufia, atau lebih dikenal sebagai Natrusnicu Roxana Andreaa. Namun, di penyisihan grup ia wajib mewaspadai perlawanan Yunita Wanma (Papua) dan Yanti Hernanti (Jabar).

Bagi komunitas gulat nasional nama Natruniscu Roxana Andreea sudah sangat populer. Ia merupakan pegulat naturalisasi dari Rumania, namun sejak 2015 sudah menjadi WNI, dan penyumbang medali emas Kalsel di PON XIX 2016 Bandung, Jabar.

Lolos dari penyisihan grupnya, pegulat kelahiran Resita, Rumania, 13 Januari 1989 itu, berpotensi ditantang Indri Sukmaningsih (Jambi) atau Varadisa Septi (Jatim), yang sama-sama punya peluang untuk merebut medali emas di kelas 76kg ini.

Satu kompetitor lainnya, Irma Apriyanti (Belitung), juga tidak bisa dipandang remeh kemampuannya untuk membuat kejutan di kelas ini. Ima juga diketahui mempersiapkan dirinya dengan sangat keras untuk menghadapi PON XX 2021 Papua ini.

Dari lima kelas yang sudah dipentaskan di kelompok putri ini, Jatim memimpin dengan perolehan 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Jabar membayangi dengan 2-1-0, disusul Banten 1-0-0. Lainnya, Kaltim 0-1-3, Sumbar 0-1-1.

Sementara DKI Jakarta, Babel, Bengkulu, Jambi, Jateng, Sumsel, Sumut, dan tuan rumah Papua belum memperoleh medali. [WUR]

Artikel Asli