Dikontrak KONI Papua untuk Dulang Emas PON XX, Atlet Selam Kolam Ini Gagal Rebut Medali

Olahraga | fornews.co | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:45
Dikontrak KONI Papua untuk Dulang Emas PON XX, Atlet Selam Kolam Ini Gagal Rebut Medali

JAYAPURA, fornews.co Bukan rahasia umum, sejumlah daerah rela mengeluarkan uang besar untuk mengontrak atlet yang punya jaminan bisa meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ini juga terjadi pada PON XX, ada sejumlah atlet pontensi medali didatangkan dan di kontrak KONI Papua untuk memperkuat Kontingen Papua, yang berharap bisa mendulang medali emas untuk tuan rumah.

Nah ternyata, tidak semua atlet yang dikontrak Papua bisa menjamin mendapatkan keeping-keping medali. Lihat saja, atlet cabang olahraga (cabor) selam kolam atas nama Margaretha Herawati, yang gagal menyumbang medali emas untuk Papua.

Margaretha yang turun pada Selam Kolam nomor 100 M Bifins hanya mampu finish di urutan ke empat dengan catatan waktu 52.18 detik, sedangkan finish pertama oleh Raqiel Az Zahra dengan waktu 51.66 detik.

Padahal, atlet pemecah rekor nasional ini, tak pernah absen meraih medali emas pada dua PON sebelumnya (Riau dan Jabar).

Dari pengakuan Margaretha, pada PON XX kali ini memang dia tidak menargetkan medali emas.

Saya bertanding all out , saya memang tidak menargetkan emas, kita realiastis saja, apalagi kita lihat tadikan tidak ada pemecahan rekor nasional. Sedangkan saya pemegang rekor nasional 49,76 detik. Jadi saya rasa ini memang hanya ajang untuk menaikkan Papua. Target ada, tetapi balik lagi harus realistis, kata dia.

Margaretha beralasan, masa pandemi selama hampir dua tahun ini memperngaruhi porsi latihan sehingga tampil tidak bisa maksimal. Pandemi bukan hanya mempengaruhi ajang PON tapi juga Olimpiade, seluruh atlet dunia perfomanya naik turun.

Jadi situasi dan kondisi pandemi ini tidak bisa bilang harus target, tapi sebagai atlet saya do all the best , ungkapnya.

Intinya, Margaretha telah berjuang memberikan yang terbaik namun semua kembali ke sang Pencipta.

Di Olimpiade banyak juara baru juga, dan yang lama juga masih tetap eksis. Namun saya lihat disini (cabor Kolam Selam PON XX) tidak banyak pemecahan rekor dan saya yakin tidak akan banyak pemecahan rekor, ujar dia.

Sementara terpisah, Ketua POSSI Papua, Gilbert Yakwart menyatakan, kecewa dengan hasil yang diraih Margaretha.

Pastinya kami sangat kecewa, karena dia (Margaretha) andalan kami untuk nomor 100 M Bifins Putri, dia pecahkan rekor di nomor ini. Tapi sekarang malah di urutan keempat, kata dia.

Gilbert menegaskan, akan memanggil pelatih untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi penyebab kekalahan anak asuhnya. Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Sekum KONI Papua sebagai penangggung jawab atlet kontrak.

Ini harus dibicarakan, karena kita sudah mengeluarkan dana besar untuk mengontrak atletnya, dengan harapan memberikan emas di nomor yang diandalkan, namun hanya di urutan empat. Kira-kira sanksi apa yang akan diberikan KONI nantinya, itu yang kita mau bicarakan, tegas dia.

Gilbert menambahkan, melihat trade record Margaretha yang gemilang sejak PON Riau dan PON Jabar, membuat Papua optimis akan meraih emas, namun ternyata hasilnya jauh dari yang dibayangkan.

Margaretha tidak pernah berkomunikasi dengan pengurus POSSI Papua. Dia hanya mau berkomunikasi dengan KONI, tidak dengan kami, tandas Gilbert. (aha)

Artikel Asli