Sebelum Lucas dan Theo Hernandez, Ini 10 Kakak Beradik di Tim Nasional

Olahraga | skor.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:45
Sebelum Lucas dan Theo Hernandez, Ini 10 Kakak Beradik di Tim Nasional

SKOR.id - Tim nasional Prancis berpeluang memainkan duo kakak beradik Lucas dan Theo Hernandez pada pertandingan internasional.

Arsitek Les Bleus, Didier Deschamps, telah memanggil 24 pemain untuk bertanding di laga semifinal UEFA Nations League melawan Belgia, Jumat (8/10/2021) dini hari WIB.

Di antara pemainnya tersebut, terdapat Lucas dan Theo Hernandez yang merupakan kakak beradik. Lucas bermain untuk Bayern Munchen dan telah mengantungi 28 caps untuk Tim Ayam Jantan. Bek 25 tahun ini juga menjadi bagian timnas Prancis saat menjuarai Piala Dunia 2018.

Sementara Theo adalah bek AC Milan dan baru sekali membela Prancis. Ia tampil penuh dalam kemenangan 2-0 atas Finlandia di kualifikasi Piala Dunia 2022, pada September silam.

Dengan pemanggilan keduanya ke skuad Prancis untuk pertandingan UEFA Nations League, Lucas dan Theo Hernandez berpeluang mengulang kisah kakak beradik di timnas lainnya di masa lalu.

Berikut ini adalah deretan nama kakak beradik yang pernah membela timnas bersama-sama.

1. Yaya dan Kolo Toure (Pantai Gading)

Yaya dan Kolo Toure membela Pantai Gading di level internsional. Dua kakak beradik ini sukses membawa Pantai Gading juara Piala Afrika 2012 dan 2015.

Tak hanya di level internasional, mereka juga main bareng di Manchester City dari 2010 hingga 2013.

2. Brian dan Michael Laudrup (Denmark)

Termasuk salah satu duo kakak beradik paling fenomenal. Sayangnya, mereka gagal main bersama di Piala Eropa 1992. Kala itu Michael berselisih dengan pelatih Richard Moller Nielsen sehingga tak dipanggil ke skuad, sementara Brian terlibat membawa Tim Dinamit membuat kejutan dengan menjadi kampiun Euro 1992.

Di level klub, Michael dan Brian Laudrup tidak pernah bermain bersama. Brian sempat membela Bayern Munchen, Fiorentina, AC Milan, Rangers, Copenhagen, Chelsea, dan Ajax Amsterdam setelah mengawali karier di Brondby. Sementara kakaknya, Michael, berseragam Lazio, Juventus, Barcelona, Real Madrid, Vissel Kobe dan Ajax.

3. Frank dan Ronald de Boer (Belanda)

Frank dan Ronald de Boer merupakan kembar, namun keduanya tidak selalu mendapat kesempatan main bersama di timnas. Frank de Boer mengantungi 112 caps di timnas Belanda sebelum pensiun pada 2004, sementara Ronald hanya 67 kali tampil untuk De Oranje dan lebih dulu pensiun, tepatnya pada 2003.

Di tingkat klub keduanya pernah main bersama di Ajax Amsterdam, Barcelona, Al-Rayyan, dan Al-Shamal.

4. Eden dan Thorgan Hazard (Belgia)

Lahir dari pasangan pesepak bola, Eden Hazard merupakan anak tertua dari empat bersaudara. Semua adiknya adalah pemain sepak bola, namun hanya Eden dan Thorgan yang berhasil menembus timnas Belgia.

Saat ini Eden Hazard bermain untuk Real Madrid, sementara Thorgan membela tim Bundesliga, Borussia Dortmund.

5. Gary dan Phil Neville (Inggris)

Gary dan Phil Neville selisih dua tahun. Mereka bersama-sama membela Manchester United selama satu dekade lebih. Jika Gary menghabiskan sepanjang kariernya di Old Trafford pada 1992 hingga 2011, Phil sempat berseragam Everton selama dua tahun setelah menjadi andalan Setan Merah pada periode 1994 hingga 2005.

Di timnas Inggris, Gary mengantungi 85 caps dan Phil Neville 59 kali membela the Three Lions.

6. Franco dan Giuseppe Baresi (Italia)

Terlepas dari hubungan darah yang sangat dekat, Franco dan Giuseppe Baresi justru rival di lapangan. Bagaimana tidak, Franco Baresi merupakan simbol pertahanan AC Milan di pada 1977 hingga 1997, sementara kakaknya, bermain untuk Inter Milan.

Tak heran jika kakak beradik ini harus saling sikut di laga sengit bertajuk Derby della Madonnina.

Meski sama-sama menjadi andalan di klub masing-masing, Franco dan Giuseppe Baresi hanya bermain bersama di timnas pada dua kesempatan. Pertama saat membela tim U-21 lalu dua pertandingan melawan Uni Soviet pada 1980.

7. Diego dan Gabriel Milito (Argentina)

Diego dan Gabriel Milito sama-sama membela Argentina dan keduanya pensiun pada 2011 silam. Di klub, dua kakak beradik ini pernah sama-sama bermain untuk Real Zaragoza.

Berbeda dengan timnas, keduanya meraih sukses di tingkat klub. Diego Milito menyabet treble winners bersama Inter Milan pada 2009-2010, sementara Gabriel Milito meraih dua gelar Liga Spanyol, Liga Champions, dan Piala Super Spanyol selama berkostum Barcelona.

8. Filippo dan Simone Inzaghi (Italia)

Kini dua mantan pemain tersebut sudah sama-sama merambah karier sebagai pelatih. Saat masih aktif sebagai pemain, Filipo dan Simone Inzaghi hanya mendapat satu kesempatan bermain bersama di timnas Italia, yaitu pertandingan persahabatan kontra Inggris pada November 2000.

Kala itu Filippo Inzaghi main sebagai starter, sementara Simone Inzaghi baru masuk di menit ke-61. Pada menit 72 pelatih Giovani Trappatoni menarik keluar Pippo.

9. Giovani dan Jonathan Dos Santos (Meksiko)

Mereka bersama-sama menimba ilmu di tim junior Barcelona dan diklaim sebagai pemain muda dengan prospek cerah di awal tahun 2000-an. Jika Jonathan Dos Santos sempat merasakan manisnya gelar Liga Spanyol, Liga Champions, serta deretan trofi mayor lainnya di Barcelona, tidak dengan Giovani, yang sudah angkat kaki dari Camp Nou pada 2008.

Namun keduanya bahu membahu membela membawa Meksiko meraih Piala Emas pada 2015.

10. Thiago Alcantara dan Rafinha

Thiago dan Rafinha pernah sama-sama memperkuat tim nasional junior Spanyol. Mereka sama-sama memulai di U-16. Namun, Rafinha hanya sampai U-19 dan memutuskan membela Brasil, tanah kelahirannya.

Sementara Thiago Alcantara tetap memilih membela Spanyol dan telah mengumpulkan 46 caps. Rafinha sendiri baru mengoleksi 2 laga di tim Samba.

Mereka pernah saling berhadapan di Liga Champions, saat Barcelona berjumpa Bayern Munchen pada 2015.

Berita UEFA Nations League

UEFA Nations League 2021: Didier Deschamps Tanpa Gelandang Kesayangan

UEFA Nations League 2021: Belgia Datang dengan Skuad Lengkap

&
Artikel Asli