Loading...
Loading…
Persebaya vs Bhayangkara FC: Ini Soal Gengsi Generasi Garuda

Persebaya vs Bhayangkara FC: Ini Soal Gengsi Generasi Garuda

Olahraga | jawapos | Jumat, 24 September 2021 - 13:49

JawaPos.com Hansamu Yama Pranata dan Evan Dimas Darmono lebih dulu terbang tinggi bersama Garuda, sebutan tim nasional (timnas). Di level regional kelompok umur, mereka tulang punggung timnas U-19 saat menjuarai Piala AFF U-19 sembilan tahun silam.

Euforianya luar biasa. Apalagi ketika kemudian tim asuhan Indra Sjafri itu juga memuncaki penyisihan grup Piala AFC U-19, dengan di laga terakhir menundukkan Korea Selatan (Korsel) 3-2. Korsel yang diperkuat Hwang Hee-chan, penyerang yang sekarang bermain di klub Premier League Inggris Wolverhampton Wanderers.

Empat tahun kemudian, kesuksesan itu disusul adik-adik generasi mereka di timnas U-16 yang menjuarai Piala AFF U-16. Setahun berselang, kali ini di Piala AFF U-22, Garuda juga kembali terbang tinggi.

Perwakilan generasi-generasi itulah yang malam ini bakal bentrok dengan membawa bendera masing-masing klub dalam lanjutan BRI Liga 1. Ada Ernando Ari dan M. Supriadi eks timnas U-16 serta Rachmat Rian Irianto mantan timnas U-22 yang akan membela Persebaya Surabaya. Berhadapan dengan Hansamu, Evan, Putu Gede Juni Antara, M. Fatchurohman, dan M. Hargianto dari generasi timnas U-19 di kubu Bhayangkara FC.

Persebaya juga masih punya Marselino Ferdinan yang kini menjadi andalan timnas U-18. Serta Rizky Ridho yang malah sudah dipanggil masuk timnas senior.

Semua sudah berada di level tertinggi. Buktinya, bisa main di tim senior Persebaya, kata Aji Santoso, pelatih Persebaya, tentang anak-anak muda di skuad asuhannya tersebut.

Persoalannya, dalam tiga laga yang telah dijalani Persebaya, sayangnya performa anak-anak muda Persebaya itu masih angin-anginan. Ernando sudah kebobolan 7 gol. Supriadi cuma sekali main. Rian bahkan jadi sasaran kritik saat Green Force julukan Persebaya dibekuk PSM Makassar 1-3 di pekan ketiga. Peran Rizky dan Marselino sejauh ini bisa dibilang juga cuma kameo.

Tantangan terbesar Aji adalah membangkitkan kembali konfidensi mereka. Ernando, misalnya. Keberanian dia memotong bola, membuang sungkan untuk mengoordinasi keempat bek, harus benar-benar dibenahi.

Kami tidak punya pilihan, hanya Ernando yang mumpuni dan punya pengalaman berkompetisi setelah kiper utama Satria Tama cedera, ujar Aji.

Supriadi juga harus belajar bermain lebih efisien. Bahwa sepak bola tidak cuma soal lari cepat sambil pamer skill dribel dan melewati lawan. Tapi, juga soal pemahaman posisi, melepas umpan, dan penyelesaian akhir.

Apalagi, yang akan dihadapi adalah tim dengan materi pemain matang dan merata serta belum terkalahkan dalam tiga laga. Generasi timnas U-19 juara Piala AFF 2013 sekarang tengah berada di usia emas mereka.

Di jantung lini belakang, Hansamu serasi sekali berduet dengan Anderson Salles. Hansamu juga punya chemistry yang kuat sekali dengan bek kanan Putu Gede Juni Antara sebagai sesama eks penggawa timnas U-19.

Saking dalamnya kekuatan skuad Bhayangkara, Evan, playmaker andalan timnas, bahkan hanya sekali saja jadi starter. Duet pivot tim berjuluk The Guardian itu, Wahyu Subo Seto dan Lee Yoo-joon, memang susah digeser.

Semua pemain mendapat kesempatan yang sama. Saya memilih yang terbaik berdasar strategi yang akan diterapkan dan hasil latihan, kata Paul Munster, pelatih Bhayangkara.

Original Source

Topik Menarik