5 Pemain Legendaris Ini Gagal Jadi Pelatih, Nomor 3 Korban Pembantaian di Piala Dunia

inewsid | Olahraga | Published at Minggu, 19 September 2021 - 13:05
5 Pemain Legendaris Ini Gagal Jadi Pelatih, Nomor 3 Korban Pembantaian di Piala Dunia

LONDON, iNews.id - Banyak pesepak bola legendaris yang memutuskan jadi pelatih usai gantung sepatu. Sebagian berhasil, tapi tak sedikit yang gagal.

Contoh pemain legendaris yang sukses jadi juru taktik sebut saja, seperti Johan Cruyff, Kenny Dalgish, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane. Mereka sukses membawa klub yang dilatihnya mengukir prestasi.

Sayangnya, kesuksesan mereka tak bisa diikuti beberapa legenda lainnya. Setidaknya ada lima pesepak bola top yang gagal jadi pelatih.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya dikutip dari Sportskeeda, Minggu (19/9/2021):

1. Thierry Henry

Thierry Henry. (Foto: AFP)

Thierry Henry salah satu pemain yang terbilang cukup sukses bersama Arsenal. Pemain berkebangsaan Prancis itu menjadi anggota penting The Gunners yang memenangkan gelar Liga Inggris tanpa terkalahkan musim 2003/2004.

Tak lama setelah memutuskan gantung sepatu, Henry didapuk menjadi pelatih tim muda Arsenal. Dia menghabiskan satu setengah tahun bersama The Gunners sebelum menjadi asisten pelatih Roberto Martinez untuk Timnas Belgia di Piala Dunia 2018.

Henry juga pernah ditunjuk sebagai pelatih AS Monaco pada 2018. Namun, Henry dipecat tiga bulan kemudian setelah gagal memberikan hasil yang maksimal. Dia hanya menghasilkan dua kemenangan dari 12 pertandingan liga.

2. Paul Scholes

Paul Scholes ditunjuk jadi caretaker pelatih Salford City. (Foto: ESPN)

Paul Scholes salah satu pemain legendaris Manchester United. Bersama klub berjuluk Setan Merah itu, Scholes sukses membawa pulang 25 trofi.

Tak heran, banyak yang memintanya untuk terjun ke dunia pelatih. Scholes ditunjuk menjadi pelatih Oldham Athletic pada 11 Februari 2011.

Namun, kiprahnya sebagai pelatih tidak sesukses dirinya ketika sebagai pemain. Scholes gagal total dan hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan.

31 hari kemudian, Scholes mengundurkan diri dari kursi kepelatihan. Scholes pernah menjabat sebagai asisten pelatih sementara di Old Trafford. Tapi racikannya dari dua tugas tersebut tak terbukti berhasil.

3. Diego Maradona

Mantan pemain Timnas Argentina, Diego Maradona (Foto: Infobae)

Diego Maradona masuk dalam jajaran daftar pesepakbola legendaris yang gagal berkiprah sebagai pelatih. Legenda Timnas Argentina itu bisa dibilang sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah.

Mantan penyerang Napoli itu didapuk sebagai pelatih Timnas Argentina saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Namun, sayangnya di bawah asuhannya, La Albiceleste gagal berprestasi.

Lionel Messi dan kawan-kawan kala itu dibantai Jerman 0-4 pada perempat final. Maradona dibebaskan dari tugasnya sebagai pelatih di akhir kompetisi.

Setelahnya dia melatih klub Al Wasl, Dorado, dan Gimnasia. Namun Maradona gagal mencapai kesuksesan sebagai pelatih. Sang legenda menghembuskan napas terakhirnya pada 25 November tahun 2020 pada usia 60 tahun.

4. Alan Shearer

Alan Shearer jadi pemain tersubur di Premier League (Foto: The Sun)

Prestasi Alan Shearer dalam berkiprah sebagai atlet kulit bundar sudah tidak diragukan lagi. Shearer merupakan striker tajam yang menyandang status top skor sepanjang masa Liga Inggris.

Namun, terlepas dari posisi striker terhebat, pemain berkebangsaan Inggris itu gagal dalam ranah kepelatihan. Dia ditunjuk sebagai kepala pelatih Newcastle pada akhir kampanye 2008-2009 dengan harapan dapat menyelamatkan klub dari degradasi.

Tapi ternyata Shearer gagal memenuhi harapan tersebut dengan menorehkan catatan menyedihkan karena klub hanya meraih lima poin dari delapan pertandingan Liga Inggris terakhir mereka.

Newcastle akhirnya terdegradasi ke Championship di akhir musim. Sejak saat itu, Shearer belum mendapatkan tawaran sebagai pelatih lagi.

5. Edgar Davids

Pesepakbola legendaris lainnya yang gagal bersinar dalam karier sebagai pelatih adalah Edgar Davids. Pemain berpaspor Belanda itu pernah bermain di beberapa klub besar benua Eropa sebut saja Inter Milan, Barcelona, Ajax Amsterdam, dan Juventus.

Selama kiprahnya sebagai atlet kulit bundar, Edgar Davids sukses memenangkan banyak trofi dan dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Eropa.

Namun prestasi mentereng tak dirasakannya saat melatih. Setelah menjalani tugas sebagai kepala pelatih di Barnet dan Telstar, Davids melatih klub Portugal Olhanese pada Januari tahun ini.

Davids hanya mencatat delapan kemenangan dalam 19 pertandingan dan gagal membawa timnya ke papan atas klasemen yang membuat klub akhirnya memutuskan untuk memecat Davids. Dia saat ini sedang menganggur tanpa klub dan sepertinya dia tidak berminat kembali dalam waktu dekat.

Artikel Asli