Brahim Diaz Sesalkan Kegagalan Milan Pertahanan Keunggulan

republika | Olahraga | Published at Kamis, 16 September 2021 - 10:48
Brahim Diaz Sesalkan Kegagalan Milan Pertahanan Keunggulan

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- AC Milan mampu menberikan perlawanan sengit kala bertandang ke kandang Liverpool pada laga pembuka Grup B Liga Champions, Kamis (16/9) dini hari WIB. Bahkan, I Rossoneri sempat menutup babak pertama laga di Stadion Anfield itu dengan keunggulan satu gol.

Namun, runner-up Serie A Liga Italia musim lalu itu akhirnya mesti gigit jari dan harus puas pulang tanpa raihan poin. I Rossoneri dipaksa mengakui keunggulan tim tuan rumah 3-2.

Gelandang serang AC Milan Brahim Diaz mengakui timnya gagal mengawali laga tersebut dengan cukup baik. Liverpool, tutur Diaz, tampil begitu agresif pada menit-menit awal laga. Ujungnya, gawang Milan sudah kebobolan saat laga baru menginjak menit kesembilan. Bola sepakan Trent Alexander-Arnold sempat berbelok arah usai mengenai Fikayo Tomori.

Namun Milan bisa bangkit lewat dua gol yang masing-masing dicetak Ante Rebic dan Diaz pada lima menit akhir babak pertama. Tertinggal satu gol tak membuat Liverpool runtuh. Juara Liga Primer Inggris musim 2019/2020 itu menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol Mohamed Salah pada menit ke-48. Jordan Henderson menjadi penentu kemenangan lewat goolnya pada menit ke-69. Diaz pun menyesalkan kegagalan I Rossoneri mempertahankan keunggulan.

"Sangat disayangkan. Sangat sulit bisa mencatatkan keunggulan di stadion ini dan ternyata kami bisa melakukannya. Sayangnya, kami malah kebobolan dua gol dan mengakhiri laga dengan kekalahan," kata Diaz kepada Sky Sports Italia .

Pemain pinjaman dari Real Madrid itu bahkan mengeklaim Milan sebenarnya memiliki peluang besar untuk menang. Kendati gagal meraih poin, keberhasilan mencetak dua gol ke gawang Liverpool dan sempat berbalik unggul dinilai sebagai sinyal positif terkait kemampuan Milan bersaing di pentas Liga Champions. Diaz bahkan yakin Milan akan lolos ke babak 16 besar dari grup neraka yang juga diisi Atletico Madrid dan Porto.

"Tentu saja (lolos 16 besa). Kami Milan dan di laga itu kami membuktikan bisa bersaing di kompetisi ini. Saya marah, karena saya merasa kami bisa menang lawan Liverpool," tutur gelandang serang berusia 22 tahun tersebut.

Artikel Asli