Menpora: Silakan Gelar Kejurnas, Asal Taat Prokes!

rm.id | Olahraga | Published at Kamis, 16 September 2021 - 06:17
Menpora: Silakan Gelar Kejurnas, Asal Taat Prokes!

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan masa pandemi, tidak menghalangi kegiatan olahraga. Namun harus mendukung pemerintah dalam hal penanggulangan pandemi termasuk di bidang olahraga. Kemenpora akan selalu koordinasi dengan Mabes Pori soal izin.

"Saat ini kita masih di tengah pandemi Covid-19 tetapi kita tidak boleh berdiam diri. Kegiatan harus sudah kita lakukan, tetapi upaya pemerintah untuk melakukan penanganan Covid-19 ini juga harus mendapatkan dukungan seluruh masyarakat, termasuk kita yang ada di sektor olahraga," kata Menpora Amali saat memimpin Rakor tentang Penyelenggaraan Even Olahraga di Tengah Pandemi Covid-19 secara virtual dari Kantor Kemenpora, Rabu (15/9) siang.

"Jadi, kita perlakuannya sama. Kegiatan silakan berlangsung tetapi penerapan prokes harus diterapkan secara disiplin dan akan ada pengecekan rutin. IBL juga saya kira sama dengan sepakbola yang sudah berlangsung," ujar Menpora Amali.

Lebih jauh Menpora Amali mengingatkan bahwa pemerintah tidak mempersulit cabor untuk melakukan kegiatan justru membantu melalui rakor ini bila ada masalah yang dialami. "Jangan berfikir kita mempersulit, justru kami membantu untuk mempermudah dan mencarikan jalan keluar jika ada kesulitan dialami cabor," kata Menpora Amali menegaskan.

Sejak pandemi lanjutnya, Mabespolri selalu meminta surat rekomendasi dari Kemenpora terkait pelaksanaan even olahraga dari induk organisasi.

"Kami tidak mau hanya mengeluarkan surat/kertas saja, sebenarnya itu lebih mudah tetapi, urusan belakang itu kami tidak mau. Sejak pandemi Mabespolri selalu meminta rekomendasi kepada kami. Karena, pemerintah sekarang ini sedang giat mengatasi pandemi ini maka kita harus menjadi bagian dari itu termasuk para pimpinan cabor," ucapnya.

Presentasi masing-masing cabor akan menjadi pertimbangan untuk Mabespolri yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin suatu kegiatan. Sebagaimana yang sudah dilakukan untuk kompetisi sepakbola maupun bola basket (Liga I, Liga 2 maupun IBL).

"Jika sudah ada video simulasinya dan tidak ada masalah kita akan merekomendasikan ke Mabespolri. Jadi, mekanismenya adalah kita bentuknya rekomendasi tetapi permohonan izin dari cabor langsung ke Mabespolri," tambah Menpora Amali.

Sementara, Wakabaintelkam Polri Irjenpol Suntana menyampaikan pada prinsipnya Polri mendukung kegiatan olahraga yang akan diselenggarakan beberapa cabang olahraga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Pada prinsipnya kami mendukung apa yang akan dilakukan oleh teman-teman. Pengalaman kami bersama Pak Menpora di sepakbola tanpa penonton tahun lalu sampai sekarang, tetapi tetap dengan prokes ketat dan 5M, termasuk PON dan lain-lain. Hanya kita menunggu simulasinya saja dari masing-masing cabor," kata Suntana.

Rakor persiapan kegiatan ini diikuti beberapa induk cabang olahraga seperti, Persatuan Squash Indonesia yang akan mengadakan kejuaraan nasional, Federasi Triathlon Indonesia yang akan menyelenggarakan seri Triathlon di beberapa kota, PB Perbasi yang akan menyelenggarakan turnamen IBL dan turnamen LIMA (Liga Mahasiswa). PB PBSI juga yang akan menyelenggarakan turnamen Internasional Bulutangkis di Bali (Indonesia Masters, Indonesia Open, BWF World Cup Final dan Indonesia International Challenge).

Rakor juga diikuti Ketua Umum PB Squash Indonesia Sylviana Murni, Wasekjen Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Arlan Lukman, Ketum Perbasi Danny Kosasih, Ketua Harian PBSI Alex Tirta.

Turut hadir Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Staf Khusus Pengembangan Presor M. Nigara, Staf Ahli Menpora Uden Kusuma Wijaya, Plt. Diruktur Penanggulangan Bencana BNPB dan Dirjen Kemenkes. [IPL]

Artikel Asli