MU Butuh Lebih dari Sekadar Ronaldo

koran-jakarta.com | Olahraga | Published at 16/09/2021 02:11
MU Butuh Lebih dari Sekadar Ronaldo

BERN - Cristiano Ronaldo terus menunjukkan peran pentingnya di Manchester United (MU). Namun, kekalahan mengejutkan di Liga Champions saat bertandang ke markas Young Boys di Bern, Rabu (15/9) dini hari WIB, seakan-akan menjadi peringatan bahwa tim berjuluk Setan Merah itu bukan lagi tim top di level ini.

Ronaldo mencetak gol ketiganya dalam dua pertandingan sejak kembali ke MU saat tim tamu memimpin lebih dulu di Stadion Wankdorf. Sayangnya, kartu merah Aaron Wan-Bissaka sesaat sebelum jeda menjadi awal keruntuhan MU pada laga pembuka Grup F Liga Champions tersebut.

Young Boys, juara Swiss yang penampilannya paling menonjol di kompetisi antarklub tertinggi Eropa dengan melaju ke semifinal pada 1959, memanfaatkan kelebihan pemain yang terus menekan MU. Nicolas Moumi Ngamaleu dari Kamerun akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-66.

Penyerang asal Amerika Serikat, Jordan Siebatcheu kemudian memastikan kemenangan tuan rumah di masa injury time setelah memanfaatkan kesalahan umpan Jesse Lingard.

Tim Ole Gunnar Solskjaer sekarang sudah berada di posisi lebih buruk, dengan Young Boys secara teoritis tim terlemah di grup tersebut yang juga terdiri dari Atalanta dan Villarreal. Klub asal Spanyol itu mengalahkan MU di final Liga Europa musim lalu.

"Kami membutuhkan 10, mungkin 12 poin. Kami harus memenangkan pertandingan kandang dan mungkin satu tandang," ujar Solskjaer.

Musim lalu MU memenangkan dua pertandingan pertama mereka di grup yang sulit melawan Paris Saint-Germain dan RB Leipzig, tetapi masih berakhir di urutan ketiga.

Sudah satu dekade berlalu sejak klub yang bermarkas di Old Trafford menjadi kekuatan sejati di Liga Champions. Itu menjadi sesuatu yang sangat ingin mereka perbaiki musim ini.

Sejak kalah dari Barcelona di final 2011, MU hanya memenangkan dua pertandingan sistem gugur dalam kompetisi ini. Satu melawan Olympiakos dan kemenangan terkenal melawan PSG pada hari-hari awal kepelatihan Solskjaer.

Belum ada gelar Liga Inggris sejak 2013 tetapi kedatangan Ronaldo seharusnya membawa mereka kembali ke puncak. Pemain veteran asal Portugal itu kembali ke Old Trafford dengan keyakinan MU adalah pertaruhan yang lebih baik daripada Juventus untuk memenangkan Liga Champions keenam.

Samai Rekor

Bagi Ronaldo pertandingan di markas Young Boys ini adalah penampilan Liga Champions pertama pemain berusia 36 tahun itu dengan seragam MU sejak kekalahan pada final 2009 melawan Barcelona di Roma.

Itu adalah kesempatan memecahkan rekor lainnya saat dia membuat penampilan ke-177 dalam kompetisi ini, menyamai rekor sepanjang masa yang dibuat oleh Iker Casillas.

Golnya yang membawa tim tamu unggul pada menit ke-13 adalah golnya yang ke-135 di Liga Champions. Torehan itu membuat Ronaldo unggul dengan selisih 15 gol dari rival lamanya, Lionel Messi, di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa.

Ada suporter yang tersebar di seluruh tribun di Bern, tempat Jerman Barat mengalahkan Hungaria asuhan Ferenc Puskas di final Piala Dunia 1954, mengenakan kaus merah MU dengan nama Ronaldo dan nomor tujuh di bagian belakang.

Mereka melihat Ronaldo mencetak gol dan berpikir bisa mendapatkan penalti di awal babak kedua ketika dia mendapat tekel dari Mohamed Ali Camara. Namun tidak ada penalti yang diberikan. Ronaldo ditarik keluar bersama Bruno Fernandes di menit ke-72, dengan Nemanja Matic dan Jesse Lingard menggantikan kedua pemain Portugal tersebut.

"Pertandingan berlangsung selama 70 menit, mereka banyak berlari, baik hari Sabtu maupun hari ini. Astroturf juga memakan korban, dan kami menginginkan pengalaman Nemanja dalam menguasai bola, dan kaki Jesse," ujar Solskjaer tentang pergantian itu.

MU kini telah kalah tujuh kali dari 11 pertandingan Liga Champions di bawah pelatih asal Norwegia itu. ben/AFP/S-2

Artikel Asli