Presiden Napoli Sarankan Perubahan di Kompetisi Eropa

republika | Olahraga | Published at 15/09/2021 14:21
Presiden Napoli Sarankan Perubahan di Kompetisi Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, LEICESTER -- Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis (ADL), menilai, sistem yang berjalan di kompetisi Eropa saat ini sudah ketinggalan jaman dan tidak berjalan dengan baik.

Karena itu, ADL menyarankan adanya perubahan besar-besaran dalam sistem kompetisi Eropa, baik di pentas Liga Champions ataupun di Liga Europa. Sorotan terbesar ADL terhadap sistem yang saat ini diterapkan di kompetisi Eropa adalah soal pemasukan yang diterima klub dari kompetisi tersebut.

Untuk bisa tampil kompetitif, tutur ADL, sebuah tim membutuhkan pemain-pemain papan atas. Namun, pemasukan dari UEFA ataupun kompensasi yang didapatkan sebuah tim usai berpartisipasi di kompetisi Eropa dianggap tidak memperhitungkan hal ini.

''Sistemnya sudah tidak bekerja lagi. Liga Champions dan Liga Europa tidak menghasilkan pemasukan yang cukup buat tim yang terlibat di dalamnya. Untuk bisa kompetitif, Anda membutuhkan pemain papan atas.

Artinya, klub membutuhkan uang lebih banyak. Hal ini yang tidak diperhitungkan dalam sistem saat ini,'' tutur De Laurentiis kepada Sports Mail, Rabu (15/9).

Salah satu produser film ternama asal Italia itu pun menyarankan, klub-klub di Eropa harus kembali berdiskusi soal kemungkinan sistem dan format baru di kompetisi Eropa.

Diskusi tersebut diharapkan menghasilkan usulan soal sistem dan format baru kompetisi Eropa yang menguntungkan semua pihak. Tidak hanya itu, De Laurentiis juga menyebut soal usulan memangkas jumlah kontestan di lima liga top Eropa.

Pemangkasan jumlah kontestan itu diiringi dengan pembentukan kompetisi Eropa yang baru. Namun, De Laurentiis menegaskan, usulannya terkait format baru kompetisi Eropa berbeda dengan rencana Liga Super Eropa (ESL), yang sempat memicu polemik.

Perbedaan terbesarnya, kata De Laurentiis, terletak pada syarat-syarat buat sebuah tim untuk bisa berpartisipasi di kompetisi tersebut. Apabila ESL diikuti oleh klub-klub inisiator dan sejumlah klub undangan lain, di kompetisi usulan De Laurentiis ini, klub-klub kontestan ditentukan oleh pencapaian di kompetisi domestik.

Bahkan, De Laurentiis sesumbar bisa menyiapkan dana investasi sebesar 10 miliar euro dalam rencana kompetisi tersebut.

''Kompetisi itu nantinya dibangun dengan sistem masuk yang demokratis atau berdasarkan pencapaian dari masing-masing tim di kompetisi domestik.

Saya sudah memperkirakan proyek yang bisa memberikan kucuran dana sebesar 10 juta euro. Namun, perlu ada kemauan dan kemandirian total dari semua klub,'' kata De Laurentiis, yang mengakuisisi kepemilikan Napoli pada 2004 tersebut.

Sejak musim 2013/2014 hingga musim 2019/2020, Napoli tercatat tidak pernah absen berpartisipasi di kancah Liga Champions. Namun, dalam dua musim terakhir, performa I Partenopei terlihat menurun.

Pada musim 2019/2020, Napoli harus puas finish di peringkat ketujuh Serie A dan merumput di Liga Europa pada musim berikutnya. Seperti halnya pada musim lalu, Napoli harus puas merumput di kasta kedua kompetisi Eropa, Liga Europa, pada musim ini.

Klub asal Italia Selatan itu akan memulai kiprahnya di pentas Liga Europa musim ini dengan melawat ke markas Leicester City pada laga pembuka penyisihan Grup C, Kamis (16/9) waktu setempat. Padahal,

Artikel Asli