Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

skor.id | Olahraga | Published at 15/09/2021 08:00
Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

SKOR.id -Kurang dari dua pekan lagi, turnamen bulu tangkis beregu campuran Sudirman Cup 2021 akanberlangsung di Energia Areena, Vantaa, Finlandia.

Pada tahun ini, ajang dwitahunan yang penamaannya terinspirasi dari sosok Dick Sudirman (tokoh bulu tangkis dunia asal Indonesia) itu memasuki edisi ke-17.

Dari 16 edisiPiala Sudirman yang sudah dihelat, Cina dominan dengan menjuarai 11 di antaranya. Mereka unggul jauhatas Korea Selatan yang "baru" empat kali jadi kampiun.

SedangkanIndonesia sebagai "empunya" Piala Sudirman justru baru pernah sekali mencicipi gelar juara.

Momen bersejarahtersebut terjadi pada Sudirman Cup edisi pertama yang kebetulan digelar di Jakarta pada 24-29 Mei 1989.

Piala Sudirman 1989 diikuti 28 negara dan masih menggunakan sistem kompetisi berjenjang dengan mekanisme promosi-degradasi.

Enam negara dengan peringkat terbaik di dunia pada saat itu,Indonesia, Korea Selatan, Cina, Inggris, Swedia, dan Denmark,bersaing dalam Grup 1 yang mempertaruhkan trofi.

Sementara itu, Grup 2-5masing-masing diikuti oleh empat tim sedangkan kompetisi di Grup 6-7melibatkan tigapeserta di setiap kelompok.

Langkah MenjanjikanIndonesia

Pada Piala Sudirman 1989, Indonesia diperkuat oleh 10 pemain yang terdiri dari empat pemain tunggal dan enam pemain ganda.

Tim tuan rumah pun difavoritkan menjadi juara, begitu juga dengan Cina yang punya skuad mumpuni. Kedua negara pun tampil meyakinkan di fase penyisihan grup.

Indonesia mengawali langkahnya di Grup 1A dengan melibas Inggris. Kala itu (25/5/1989), tuan rumah berhasil menyapu bersih lima laga yang dimainkan dengan kemenangan.

Dua hari berselang, tuan rumah memastikan tiket lolos ke semifinal sebagai juara grup 1A usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor 4-1.

Sementara di Grup 1B, Cina tampil tak kalah impresif dengan menang 4-1 atas Swedia pada laga pertama dan melibas Denmark 5-0 sehari setelahnya.

Dua negara favorit juara itu pun kompak lolos ke semifinal Piala Sudirman 1989 dengan status juara grup, dua kali menang, danpunya rekor 9-1.

Pada babak selanjutnya, Indonesia bertemu Denmark yang lolos sebagai runner up Grup 1B. Sedangkan Cinamenghadapi Korea Selatan selaku peringkat kedua Grup 1A.

Indonesia pun melanjutkan tren positifnya dengan melibas Denmark dengan skor 5-0 di semifinal. Sedangkan Cina justru tersisih setelah takluk 2-3 di tangan Korea Selatan.

Cina sejatinya berpeluang lolos karena sempat unggul 2-1. Akan tetapi, Korea Selatan yang diperkuat Park Joo-bong berhasil membalik momentum dan memenangi laga.

Final yang Menegangkan

Indonesia menatap final Piala Sudirman 1989 dengan optimisme tinggi. Terlebih yang dihadapi adalah Korea Selatan, lawan yang berhasil diatasi pada fase grup.

Namun, kemenangan tersebut seolah tak berarti dalam partai final. Kali ini, Korea Selatan tampil menggebrak dengan merebut dua partai pertama.

Pada partai pertama, Indonesia yang diwakili Eddy Hartono/Rudy Gunawan takluk dengan skor 9-15, 15-8, 13-15 dari Park Joo-bong/Kim Moon-soo.

Kekalahanitu jelas menyesakkan karenaEddy Hartono/Rudy Gunawan adalah andalan Indonesia pada nomor ganda putra.

Saat diturunkan pada tiga laga sebelumnya di Piala Sudirman 1989, keduanyaselalu bisa menang straight game dan menyumbang angka untuk Indonesia.

Padapartai kedua yang memainkan nomor ganda putri, Indonesia yang menurunkan Verawaty Fajrin/Yanti Kusmiati kalah 12-15, 6-15 dari Hwang Hye-young/Chung So-young.

Momen Ajaib Susy Susanti

Tertinggal 0-2 membuat pendukung tuan rumah yang hadir di Istora Senayanmulai tampak lesu dan seakan sudahmerelakan Piala Sudirman terbang ke Korea Selatan.

Indonesia makin terdesak pada partai ketiga, yang memainkan nomor tunggal putri, saat Susy Susanti kehilangan game pertama dengan skor 10-12dariLee Young-suk.

Korea Selatan bahkan tinggal butuh satu poin lagiuntuk jadi juara Piala Sudirman 1989 ketikaLee Young-suk unggul 10-7pada game kedua.

Pada momen genting tersebut, Susy Susanti yang masih berusia 18 tahun berhasil keluar dari tekanan dan membuatkeajaiban.

Susy Susanti dengan luar biasa mampu membalik momentum dan menang dengan skor 12-10 sekaligus memaksakan terjadinya game ketiga.

Keadaan berubah drastis pada game penentuan. Lee Young-suk yang saat itumasih berusia 19 tahun tampak sangat tertekan sehingga tampil tak maksimal.

Momentumtersebut jelas tak disia-siakan oleh Susy Susanti yang akhirnya mampu memenangi game ketiga dengan skor 11-0! Harapan Indonesia pun kembali tumbuh.

Momentum kebangkitan yang dipicu oleh Susy Susanti tersebut berhasil dilanjutkan oleh Eddy Kurniawan yang turun pada partai keempat.

Tak tanggung-tanggung, tunggal putra Indonesia itusukses mengatasi perlawanan Sung Han-kook dengan skor 15-4, 15-3. Kedudukan pun menjadi sama kuat 2-2.

Juara Piala Sudirman 1989 akhirnya harus ditentukan lewat partai kelima yang memainkan nomor ganda campuran.

Indonesia menurunkan Eddy Hartono/Verawaty Fajrin sementara Korea Selatan diwakili Park Joo-bong/Chung Myung-hee.

Duel sengit terjadi pada game pertama yang dimenangi Eddy Hartono/Verawaty Fajrin dengan skor 18-13 setelah melalui setting . Namun, hal berbeda terjadi pada game kedua.

Wakil Merah Putih dengan meyakinkan meraih kemenangan dengan skor 15-3 dan Piala Sudirman edisi pertama pun berhasil dimenangi olehIndonesia.

Bedah Peluang Indonesia Juara Sudirman Cup 2021: Para Rival Kirim Skuad Pincang

&
Artikel Asli