Solskjaer Tak Segan Coret Ronaldo dari Starting XI Manchester United

inewsid | Olahraga | Published at 13/09/2021 06:47
Solskjaer Tak Segan Coret Ronaldo dari Starting XI Manchester United

MANCHESTER, iNews.id Pelatih Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer tak segan mencoret nama Cristiano Ronaldo dari starting XI. Dia sama sekali tak tertekan untuk mencadangkan sang megabintang.

Ronaldo menjadi tajuk utama pemberitaan media akhir pekan ini. Kapten Timnas Portugal itu tampil beringas dalam debut keduanya berkostum The Red Devils, Sabtu (11/9/2021) malam WIB.

Dia langsung dipercaya jadi starter, mencetak dua gol dan membantu MU menang telak 4-1 atas Newcastle United. Solskjaer menilai apa yang dilakukan Ronaldo begitu fantatstis.

Namun juru taktik Norwegia itu tak bisa memberikan jaminan kepada Ronaldo selalu jadi starter. Sebab Solskjaer harus mengatur jam bermain CR7 yang kini sudah tak muda lagi.

Cristiano Ronaldo menggila di laga debutnya bersama Manchester United (MU). Dia menyumbang dua gol dan membawa timnya menang 4-1 atas Newcastle United. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

Ditambah lagi MU punya stok pemain muda yang harus diberi kesempatan tampil agar regenerasi klub berjalan baik. Sebut saja seperti Mason Greenwood.

Tidak, bukan tidak mungkin untuk mencadangkannya (Ronaldo). Dia berusia 36 tahun, kata Solskjaer dilansir Sky Sports, Senin (13/9/2021).

"Mason (Greenwood) berusia 19 tahun, jadi sama saja. Saya harus mengatur menit bermainnya dan saya juga harus mengatur menit bermain pemain berusia 36 tahun, ujarnya.

Ronaldo memang tak dijamin masuk starting XI. Tapi Solskjaer menjamin kehadiran CR7 plus Raphael Varane berpengaruh besar untuk mental penggawa The Red Devils.

Keduanya memang punya segudang pengalaman dan pernah mencium berbagai trofi bergengsi. Varane membantu Prancis juara Piala Dunia 2018.

Bek Real Madrid Raphael Varane kembali menjalani latihan perseorangan bersama Real Madrid. (Foto: AS)

Sementara Ronaldo mengantarkan Portugal juara Euro 2016. Di level klub, keduanya juga meraih trofi Liga Champions tiga musim beruntun saat masih berkostum Real Madrid.

"Tentu saja. Semakin banyak kualitas yang Anda tambahkan ke grup, semakin sehat persaingannya dan (semakin banyak) pemimpin yang mereka hormati. Saya pikir melihat Raphael dan Cristiano datang membuat semua orang terkejut karena mereka adalah pemenang, tuturnya.

Mereka memenangkan segalanya. Mereka selalu mengasah diri yang bisa dilihat para pemain muda, anggota tim lainnya, dan berpikir itulah cara Anda tetap berada di puncak. Jadi itu akan baik untuk semua orang," ucapnya.

Artikel Asli